Peristiwa tersebut menghanguskan 11 rumah warga, termasuk Asrama Kecamatan Tabang dan bangunan bangsalan tujuh pintu. Kebakaran juga menelan korban jiwa, yakni dua anak yang merupakan kakak beradik.
Selain itu, seorang warga bernama Hamri Noor mengalami luka bakar saat berupaya menyelamatkan kedua anaknya yang masih terjebak di dalam rumah.
Kapolsek Tenggarong, AKP Nahrawi, membenarkan adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kebakaran tersebut.
“Kebakaran itu mengakibatkan dua anak meninggal dunia dan satu orang mengalami luka bakar serta 11 rumah terbakar,” ujar AKP Nahrawi, Rabu (14/10/2026).
Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat di salah satu rumah warga. Saksi sempat melihat meteran listrik di rumah tersebut terbakar sebelum api membesar dan menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.
Warga berupaya memadamkan api menggunakan air dalam ember. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menghentikan kobaran api yang terus membesar.
“Warga sudah mencoba memadamkan api dengan menggunakan air pada ember, namun tidak berhasil dan api membesar,” terang Nahrawi.
Di tengah situasi tersebut, Maratus Salehah, istri Hamri Noor, berteriak meminta pertolongan karena kedua anaknya masih berada di dalam rumah.
Mendengar teriakan itu, Hamri berusaha menerobos kobaran api untuk menyelamatkan kedua anaknya. Namun, upaya tersebut tidak berhasil dan ia mengalami luka bakar saat berusaha keluar dari rumah.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar segera melakukan pemadaman di lokasi kejadian. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.35 WITA, Rabu (14/10/2026).
Setelah proses pemadaman, petugas melanjutkan pencarian dan evakuasi terhadap kedua anak yang dilaporkan masih berada di dalam rumah.
“Pada pukul 03.28 WITA, kedua anak tersebut ditemukan meninggal dunia,” ungkap AKP Nahrawi.
Kedua korban merupakan kakak beradik. Peristiwa ini menyisakan duka bagi keluarga korban dan warga di kawasan permukiman tersebut.
Kebakaran yang menghanguskan 11 rumah tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp3 miliar.
Polisi menduga kebakaran berkaitan dengan korsleting listrik di rumah Hamri Noor. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sumber api dan rangkaian kejadian yang menyebabkan kebakaran meluas ke bangunan di sekitarnya.
