SAMARINDA – Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur memastikan kuota peserta didik Sekolah Rakyat Tahun 2026 telah terpenuhi seluruhnya. Sebanyak 210 siswa dari keluarga kurang mampu akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda.
Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, mengatakan keberhasilan memenuhi kuota tersebut tidak terlepas dari kerja keras tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang melakukan penjaringan calon siswa hingga ke berbagai daerah di Kalimantan Timur.
“Alhamdulillah, untuk kuota sudah terisi penuh semua berkat tim pendamping PKH Kaltim yang telah terjun bekerja keras melakukan penjaringan siswa ke berbagai wilayah,” ujar Andi, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, program Sekolah Rakyat menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menjamin hak pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu agar mendapatkan akses pembelajaran yang berkualitas dan setara.
Andi menjelaskan, total kapasitas peserta didik yang tersedia sebanyak 210 siswa dengan rincian: 60 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), 60 siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), 90 siswa jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA)
Seluruh peserta didik yang diterima merupakan anak-anak dari kelompok masyarakat pada desil ekonomi terbawah yang telah melalui proses seleksi dan verifikasi.
“Penempatan seluruh siswa nantinya berada di Sekolah Rakyat permanen yang berlokasi di Palaran,” katanya.
Dari total kuota yang tersedia, sebagian besar peserta didik berasal dari Kota Samarinda.
Untuk tingkat SD, sebanyak 55 siswa berasal dari Samarinda dan lima siswa lainnya berasal dari kabupaten/kota sekitar.
Sementara pada jenjang SMP, seluruh kuota sebanyak 60 siswa diisi oleh peserta didik yang berdomisili di Samarinda.
Adapun untuk tingkat SMA, terdapat 80 siswa asal Samarinda dan 10 siswa lainnya berasal dari daerah sekitar yang turut lolos seleksi.
Sekolah Rakyat Kaltim dibangun sebagai fasilitas pendidikan terpadu bagi masyarakat rentan. Lokasinya berada di Kecamatan Palaran dengan luas lahan mencapai tujuh hektare.
Total luas bangunan sekolah tersebut mencapai 27.498,18 meter persegi yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan.
Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan dapat selesai tepat waktu dan siap digunakan secara penuh pada 20 Juni 2026.
Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah berharap anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
Selain meningkatkan akses pendidikan, program ini juga diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan terpenuhinya kuota tahun ajaran pertama ini, Sekolah Rakyat Kaltim menjadi salah satu program pendidikan sosial terbesar yang disiapkan pemerintah untuk masyarakat rentan di Kalimantan Timur.
