Perjalanan Rudy Mas’ud ke Singapura Disorot saat Kaltim Masih Dilanda Karhutla, Pemprov Beri Klarifikasi

Redaksi Wy
4 Min Read
SAMARINDA – Keberadaan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud di Singapura saat persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Bumi Etam menuai sorotan publik. Foto Rudy saat berada di sebuah tempat makan di Singapura beredar di media sosial dan memunculkan pertanyaan mengenai agenda keberangkatannya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim akhirnya memberikan klarifikasi. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Ririn Sari Dewi, membenarkan Rudy berada di Singapura pada akhir pekan lalu.

Namun, menurut Pemprov, keberangkatan tersebut bukan untuk berwisata ataupun menghadiri ajang Formula 1 Singapore Grand Prix, melainkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Rumah Sakit Mount Elizabeth.

Pemprov menjelaskan, pemeriksaan kesehatan itu sengaja dijadwalkan pada akhir pekan agar tidak mengganggu pelaksanaan tugas pemerintahan. Rudy disebut menjalani pemeriksaan pada Minggu (11/10/2026), setelah sehari sebelumnya berada di Bandung.

Meski demikian, perjalanan tersebut tetap menjadi perhatian karena berlangsung ketika Kaltim masih menghadapi persoalan karhutla. Sorotan publik tidak hanya berkaitan dengan tujuan perjalanan, tetapi juga waktu keberangkatan dan proses perizinan kepala daerah.

Baca Juga:  9 Tersangka Karhutla Kaltim, 456 Hektare Lahan Terbakar

Sebelum bertolak ke Singapura, Rudy menjalani sejumlah agenda di beberapa daerah.

Pada Kamis (8/10/2026), ia mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, dalam agenda di Institut Teknologi Kalimantan.

Sehari berikutnya, Jumat (9/10/2026), Rudy menghadiri peresmian kantor cabang Bank Jatim di Balikpapan.

Pada Sabtu (10/10/2026), Rudy berada di Bandung untuk menghadiri agenda Partai Golkar dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPD Golkar Kaltim. Pada malam harinya, ia melanjutkan perjalanan menuju Singapura.

Minggu pagi, foto Rudy saat sarapan di sebuah hotel di Singapura beredar di media sosial dan memicu perbincangan publik mengenai keberadaannya di tengah penanganan karhutla di Kaltim.

Pemprov Kaltim menegaskan perjalanan tersebut menggunakan biaya pribadi Rudy Mas’ud sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ririn juga menyatakan perjalanan ke luar negeri itu telah memperoleh persetujuan lisan dari Menteri Dalam Negeri. Sementara itu, permohonan tertulis disebut disampaikan secara paralel karena keberangkatan dilakukan pada akhir pekan.

“Perjalanan ini telah mendapat persetujuan lisan dari Menteri Dalam Negeri. Permohonan tertulis juga disampaikan secara paralel,” kata Ririn, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga:  Asap Karhutla Kaltim Mengancam Kesehatan, Kasus ISPA Tembus 9.445

Menurut keterangan Pemprov, Rudy kembali ke Jakarta pada Senin (12/10/2026) siang sebelum melanjutkan perjalanan ke Balikpapan pada sore hari.

Klarifikasi tersebut belum sepenuhnya menghilangkan perhatian publik terhadap perjalanan Rudy. Selain persoalan biaya, waktu keberangkatan kepala daerah ketika Kaltim menghadapi karhutla dan mekanisme perizinan turut menjadi perhatian.

Pemprov mengakui memahami munculnya pertanyaan masyarakat. Ririn menyampaikan permohonan maaf apabila perjalanan tersebut menimbulkan kekecewaan atau persepsi yang kurang berkenan, terutama di tengah kondisi masyarakat dan penanganan karhutla.

“Kami menyampaikan permohonan maaf jika perjalanan ini menimbulkan pertanyaan atau kekecewaan. Kepekaan dan empati terhadap kondisi masyarakat tetap menjadi perhatian kami,” tutup Ririn.

Klarifikasi Pemprov tersebut menjadi penjelasan resmi mengenai tujuan, pembiayaan, dan proses perizinan perjalanan Rudy Mas’ud ke Singapura. Sementara itu, perhatian publik terhadap waktu keberangkatan gubernur di tengah persoalan karhutla masih menjadi bagian dari polemik yang berkembang.

Share This Article