BONTANG – Dunia pendidikan di Kota Bontang kembali menorehkan prestasi membanggakan. Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 yang dirilis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Bontang berhasil menjadi daerah dengan nilai TKA jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tertinggi se-Kalimantan Timur.
Capaian tersebut menjadi bukti kualitas pendidikan di Kota Taman yang terus menunjukkan tren positif, sekaligus memperkuat posisi Bontang sebagai salah satu daerah dengan mutu pembelajaran terbaik di Kalimantan Timur.
Mengacu pada hasil evaluasi pelaksanaan TKA 2026, siswa SMP di Bontang memperoleh nilai rata-rata 70,55 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan 44,73 pada Matematika.
Perolehan tersebut menempatkan Bontang di posisi pertama, mengungguli Kota Balikpapan yang berada di peringkat kedua, disusul Kota Samarinda di posisi berikutnya.
Tak hanya di jenjang SMP, capaian siswa Sekolah Dasar (SD) di Bontang juga menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan.
Berdasarkan data yang sama, Bontang berhasil menempati peringkat kedua hasil TKA jenjang SD se-Kalimantan Timur. Selisih nilai dengan Kota Balikpapan yang berada di posisi pertama pun terbilang sangat tipis.
Pada jenjang SD, siswa Bontang mencatatkan nilai rata-rata 69,44 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan 49,88 pada Matematika.
Hasil tersebut menunjukkan konsistensi kualitas pendidikan di Kota Bontang mulai dari jenjang dasar hingga menengah pertama.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Saparuddin, mengatakan keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Menurutnya, sekolah-sekolah telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari untuk menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik.
Ia menjelaskan, TKA merupakan sistem evaluasi baru yang diterapkan pemerintah pusat sebagai pengganti metode penilaian sebelumnya. Selain menjadi alat ukur capaian pembelajaran siswa, hasil TKA juga menjadi salah satu indikator dalam proses melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Persiapan sudah dilakukan. Peserta didik difokuskan belajar sesuai dengan kisi-kisi yang diberikan Kementerian,” ujar Saparuddin.
Menurutnya, kesiapan guru, sekolah, serta peserta didik menjadi faktor penting yang mendorong lahirnya hasil maksimal pada pelaksanaan TKA tahun ini.
Prestasi yang diraih Bontang semakin istimewa karena nilai yang diperoleh berhasil melampaui rata-rata nasional.
Berdasarkan data evaluasi, rata-rata nasional TKA Tahun 2026 berada pada angka 60,35 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan 43,61 untuk Matematika.
Artinya, capaian siswa Bontang pada kedua mata pelajaran tersebut berada di atas rerata nasional, khususnya pada jenjang SMP.
Keberhasilan ini menjadi indikator bahwa kualitas proses pembelajaran di sekolah-sekolah Bontang mampu bersaing, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga secara nasional.
Meski berhasil menjadi yang terbaik di Kalimantan Timur, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang tidak ingin cepat berpuas diri.
Saparuddin menegaskan hasil TKA tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk menyusun strategi peningkatan kualitas pembelajaran pada tahun-tahun berikutnya.
“Pasti evaluasi akan dilakukan. Hasil tahun depan akan jadi target lebih tinggi dari yang sekarang,” tuturnya.
Ia berharap seluruh satuan pendidikan di Bontang terus meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi guru, serta kemampuan akademik peserta didik agar prestasi tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada pelaksanaan TKA berikutnya.
Dengan capaian tersebut, Kota Bontang kembali mempertegas komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui sektor pendidikan, sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Timur.
