BONTANG – Ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD dan SMP di Kota Bontang mulai digelar dengan mempertandingkan lima cabang olahraga pada masing-masing jenjang pendidikan.
Meski jumlah cabang olahraga yang diperlombakan sama, terdapat perbedaan nomor pertandingan antara tingkat SD/MI dan SMP/MTs yang disesuaikan dengan usia serta kemampuan peserta didik.
Kasi Kurikulum dan Peserta Didik Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saropah, mengatakan untuk tingkat SD terdapat lima cabang olahraga yang dipertandingkan.
Cabang olahraga tersebut meliputi atletik anak, bulu tangkis, senam, pencak silat, dan renang.
“Untuk tingkat SD itu ada lima cabor. Atletik, bulu tangkis, senam, pencak silat, sama renang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).
Sementara di tingkat SMP/MTs, beberapa cabang olahraga masih dipertandingkan seperti atletik, bulu tangkis, renang, dan pencak silat. Namun, cabang senam digantikan dengan olahraga panjat tebing.
“Kalau di tingkat SMP juga lima cabor. Atletik masih sama, bulu tangkis sama, renang juga, pencak silat juga, tapi satunya panjat tebing,” beber Saropah.
Menurutnya, perbedaan cabang olahraga tersebut dibuat berdasarkan tingkat perkembangan fisik dan kemampuan siswa di setiap jenjang pendidikan.
Untuk tingkat SD, fokus pertandingan lebih diarahkan pada pengembangan dasar kemampuan olahraga dan pembinaan minat bakat sejak dini. Sedangkan pada tingkat SMP, siswa mulai diarahkan pada cabang olahraga yang lebih kompetitif dan menantang.
Pelaksanaan O2SN juga diharapkan menjadi wadah bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi di bidang olahraga.
“Kami harapnya muncul talenta-talenta baru yang berbakat punya talenta yang digeluti anak-anak sekolah,” tutup Saropah.
Ajang O2SN sendiri menjadi salah satu program tahunan dalam pembinaan prestasi olahraga pelajar yang bertujuan menjaring atlet muda berbakat untuk mewakili daerah pada tingkat yang lebih tinggi.
