Dalam aksinya, pelaku diduga merusak akses masuk bangunan sebelum membobol kedua mesin ATM dan mengambil uang tunai di dalamnya. Berdasarkan informasi dari pihak vendor, kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp400 juta.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan. Pintu teralis di bagian depan gerai diduga dirusak pelaku untuk membuka akses masuk.
Setelah berhasil masuk, pelaku kemudian menyasar dua mesin ATM yang berada di dalam bangunan. Kedua mesin tersebut dibobol untuk mengambil uang tunai yang tersimpan di dalamnya.
Pelaku juga diduga melarikan diri melalui bagian plafon. Dugaan itu muncul setelah petugas menemukan kondisi plafon bangunan dalam keadaan rusak.
Aksi pembobolan tersebut diperkirakan dilakukan setelah gerai tutup. Namun, jumlah pasti pelaku serta waktu kejadian masih menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian.
Petugas Polsek Sungai Kunjang yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Sejumlah karyawan dan warga sekitar turut dimintai keterangan guna membantu mengungkap kejadian tersebut.
Tim Inafis Satreskrim Polresta Samarinda juga diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas mengumpulkan sejumlah petunjuk dan bukti yang diharapkan dapat membantu mengidentifikasi pelaku.
Kapolsek Sungai Kunjang AKP Abdillah Dalimunthe melalui Kanit Reskrim Ipda Roy Sihombing mengatakan, hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus pembobolan dua mesin ATM tersebut.
Menurut Roy, penyidik masih mendalami kronologi kejadian, termasuk meminta keterangan dari pihak-pihak yang berkaitan dengan operasional gerai maupun mesin ATM.
“Anggota masih melakukan penyelidikan di lapangan. Untuk informasi dari pihak vendor, total kerugian akibat pembobolan dua ATM tersebut diperkirakan mencapai Rp400 juta. Nanti ditunggu informasi lebih lanjut,” ujar Roy saat dikonfirmasi pada Minggu (1/11/2026).
Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas atau CCTV yang dapat membantu mengungkap identitas pelaku.
Hingga saat ini, identitas maupun jumlah pasti orang yang terlibat dalam aksi pembobolan tersebut belum diketahui.
“Untuk identitas pelaku maupun jumlah pasti orang yang terlibat dalam aksi pembobolan ini masih kami dalami. Saat ini penyelidikan masih terus dilakukan,” pungkasnya.
