Penghentian operasional tersebut dipicu belum cairnya dana operasional dari pemerintah pusat. Selain itu, sejumlah SPPG masih harus melakukan perbaikan administrasi sebagai salah satu persyaratan pencairan anggaran.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Bontang, Ahmad Nur Fauzi, mengatakan penghentian sementara dilakukan oleh 12 SPPG yang belum dapat menjalankan pelayanan seperti biasa.
“Hari ini ada 12 SPPG yang berhenti beroperasional. Di antaranya dikarenakan sebagian SPPG masih menunggu dana cair dari pusat dan ada perbaikan administratif,” ucap Ahmad Nur Fauzi, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, proses pencairan dana operasional SPPG kini semakin diperketat. Karena itu, setiap pengelola diminta memastikan administrasi dan dokumen pendukung telah sesuai dengan ketentuan BGN.
BGN juga meminta seluruh SPPG melakukan evaluasi internal serta melengkapi dokumen yang masih perlu diperbaiki. Langkah tersebut dilakukan menjelang pelaksanaan audit keuangan yang akan digelar secara transparan.
“BGN pusat meminta SPPG segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan karena akan ada audit besar-besaran. Tujuannya agar SPPG dapat berjalan akuntabel dan penggunaan anggarannya dapat dipertanggungjawabkan,” sambungnya.
Sebanyak 12 SPPG yang menghentikan operasional sementara tersebar di tiga kecamatan di Kota Bontang.
Rinciannya, enam SPPG berada di Kecamatan Bontang Utara, lima SPPG di Bontang Selatan, dan satu SPPG lainnya di Kecamatan Bontang Barat.
Penghentian layanan tersebut berdampak terhadap 27.756 penerima manfaat MBG. Kelompok penerima manfaat program ini mencakup anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Hingga Senin (2/11/2026), belum ada kepastian mengenai berapa lama penghentian operasional akan berlangsung. Namun, BGN Bontang berharap seluruh SPPG terdampak dapat kembali memberikan pelayanan pada Selasa (3/11/2026).
“Mudah-mudahan Selasa bisa beroperasi lagi agar anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui bisa kembali menikmati MBG,” pungkasnya.
Jika operasional kembali berjalan sesuai harapan, layanan MBG di Bontang diharapkan dapat segera pulih sehingga puluhan ribu penerima manfaat tidak terlalu lama terdampak penghentian sementara tersebut.
