BONTANG – Sebanyak sembilan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bontang yang sebelumnya dibekukan kini kembali beroperasi. Aktivasi ini membuat sekitar 13 ribu siswa kembali mendapatkan distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala SPPG Regional Bontang, Surya Dwi Saputra, menyampaikan bahwa pengaktifan dilakukan secara bertahap, seiring pemenuhan persyaratan oleh pengelola dapur.
Menurutnya, sebagian dapur bahkan sudah kembali beroperasi penuh setelah melengkapi dokumen, khususnya terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Dapur sudah mulai aktif kembali. Pengelola juga kooperatif dalam melengkapi persyaratan, jadi penyaluran makanan ke siswa bisa berjalan lagi,” ujarnya.
Sebelumnya, operasional dapur dihentikan sementara karena ditemukan pengelolaan limbah yang belum sesuai standar serta perizinan yang belum lengkap. Dampaknya, ribuan pelajar di tiga kecamatan—Bontang Utara, Bontang Selatan, dan Bontang Barat—sempat tidak menerima program MBG.
Setiap dapur diketahui melayani sekitar 1.500 siswa, sehingga penghentian sementara berdampak cukup luas terhadap penerima manfaat.
Untuk mencegah kejadian serupa, pengawasan ke depan akan diperketat. Setiap dapur diwajibkan melalui proses verifikasi berlapis sebelum diizinkan beroperasi.
“Kalau ada yang belum sesuai, pasti akan kami evaluasi lagi. Pengawasan akan terus berjalan,” tegas Surya.
Program MBG sendiri merupakan kebijakan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk meningkatkan asupan gizi pelajar.
Dengan kembali aktifnya dapur SPPG, distribusi makanan bergizi di Bontang diharapkan semakin optimal dan berkelanjutan bagi seluruh siswa penerima manfaat.
