Listrik Bontang Sering Padam, Ini Penjelasan PLN dan Skema Kompensasi Pelanggan

Redaksi Wy
3 Min Read

BONTANG – PT PLN akhirnya buka suara terkait pemadaman listrik bergilir yang kerap terjadi di Kota Bontang sejak pertengahan Oktober 2026. Gangguan tersebut dipicu tekanan pasokan pada sistem interkoneksi Mahakam, menyusul kerusakan sejumlah mesin pembangkit dan pemeliharaan unit pembangkit di Bontang.

 

Manager UP3 PLN Kota Bontang, Luddie Wied Hardono, menjelaskan sistem interkoneksi Mahakam saat ini mengalami tekanan cukup berat. Kondisi tersebut dipengaruhi kerusakan pada tiga mesin pembangkit, yakni PLTU Senipah, PLTU Indo Eka, dan PLTU Asam-Asam.

 

Kerusakan itu menyebabkan defisit pasokan listrik kembali terjadi pada sistem interkoneksi Mahakam. Situasi semakin berat karena dua unit pembangkit di Bontang, yakni PLTU dan PLTMG, juga sedang menjalani pemeliharaan.

 

Akibatnya, pasokan listrik pada sistem berkurang hingga sekitar 150 megawatt (MW).

 

Luddie mengatakan pemadaman bergilir dilakukan sebagai bentuk penyesuaian beban agar pasokan listrik yang tersedia dapat didistribusikan secara terukur.

 

“Pemadaman bergilir tidak terjadi tanpa sebab. Untuk itu, kami lakukan penyesuaian beban. Di Bontang kemarin saja kita ada dua mesin perawatan, tapi bisa tetap menyala akibat suplai dari mesin pembangkit lain,” ucap Luddie.

Baca Juga:  Geram Pemadaman Bergilir, Warga Geruduk Kantor PLN Bontang Hingga Lempar Telur Busuk

 

PLN, lanjut dia, masih berupaya menormalkan kembali jaringan interkoneksi Mahakam. Salah satu langkah yang disiapkan ialah menambah pasokan listrik melalui penyewaan pembangkit dengan total kapasitas mencapai 158 MW.

 

Pembangkit sewa tersebut ditempatkan di tiga lokasi, yakni Gardu Induk Trisakti, Embalut, dan Batulicin.

 

Dari total kapasitas yang disiapkan, sekitar 45 MW telah beroperasi. Sementara tambahan sekitar 20 MW ditargetkan mulai beroperasi pada awal November 2026.

 

Dengan penambahan pasokan tersebut, PLN berharap tekanan pada sistem interkoneksi Mahakam dapat berangsur berkurang sehingga pemadaman bergilir bisa diminimalkan.

 

“Penormalan bertahap. Kami berupaya untuk meminimalisir dampaknya. Kami minta maaf kepada pelanggan atas insiden ini,” sambungnya.

 

Selain menjelaskan penyebab pemadaman, PLN juga menyampaikan bahwa pelanggan yang memenuhi ketentuan berhak mendapatkan kompensasi atas gangguan pasokan listrik.

 

Luddie menyebut kompensasi diberikan secara otomatis melalui sistem PLN. Besarannya mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2026, yang mengatur kompensasi secara bertingkat berdasarkan kelebihan durasi gangguan.

Baca Juga:  Klaim Bisa Hemat Anggaran Rp29 Juta/Perhari, Pemkot Bontang Terapkan WFA Setiap Jumat

 

Bagi pelanggan listrik prabayar atau pengguna token, kompensasi akan diperhitungkan melalui sistem dalam transaksi pembelian token. Sementara untuk pelanggan pascabayar, perhitungannya akan masuk dalam tagihan listrik sesuai mekanisme yang berlaku.

 

“Semua ada mekanismenya. Bukan kewenangan kami. Itu otomatis,” tuturnya.

 

PLN menyatakan penormalan pasokan listrik di wilayah Bontang dan sistem interkoneksi Mahakam dilakukan secara bertahap sembari menunggu tambahan kapasitas pembangkit mulai beroperasi.

Share This Article