Klaim Bisa Hemat Anggaran Rp29 Juta/Perhari, Pemkot Bontang Terapkan WFA Setiap Jumat

Redaksi Wy
2 Min Read

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang resmi menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat.

Kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada Jumat, 9 Oktober 2026. Penerapan WFA menjadi salah satu langkah Pemkot Bontang untuk melakukan efisiensi anggaran di tengah kondisi APBD yang diperkirakan semakin terbatas pada 2027.

Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengatakan, kebijakan tersebut berpotensi menghemat biaya listrik hingga Rp29 juta dalam satu hari.

Jika diterapkan setiap Jumat selama satu bulan, penghematan biaya listrik diperkirakan mencapai sekitar Rp116 juta.

“Kami terapkan WFA. Jadi bisa bekerja di mana saja. Yang penting kerjanya tetap dilaporkan. Kami bisa hemat Rp29 juta per hari,” ujar Neni.

Dalam penerapan WFA, ASN Pemkot Bontang tidak diwajibkan bekerja dari rumah. Mereka diperbolehkan bekerja dari lokasi lain, termasuk kafe, selama tugas dan kewajiban pekerjaan tetap dilaksanakan.

Neni menegaskan setiap ASN yang menjalankan WFA tetap harus membuat laporan kerja pada hari pelaksanaan.

Dengan demikian, kebijakan tersebut tidak dimaksudkan sebagai hari libur bagi ASN, melainkan perubahan lokasi kerja untuk mendukung efisiensi operasional pemerintah daerah.

Baca Juga:  Pemkot Bontang Gelar Gerakan Pangan Murah, Bantu Warga Dapatkan Kebutuhan Pokok Lebih Terjangkau

Meski demikian, kebijakan WFA tidak berlaku bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

WFA hanya diterapkan pada OPD yang menjalankan fungsi teknis administrasi dan memungkinkan pekerjaan dilakukan dari luar kantor.

Sementara OPD yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat tetap harus menjalankan aktivitas seperti biasa.

Beberapa di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), puskesmas, rumah sakit, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), BPBD, hingga kantor kelurahan.

OPD tersebut diminta mengatur jadwal dan sistem kerja agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Neni juga memastikan penerapan WFA tidak menghentikan program pemerintah yang melibatkan aktivitas langsung di lapangan.

Salah satunya program korve atau kegiatan bersih-bersih lingkungan yang tetap berjalan sesuai jadwal.

“Program untuk korve bersih-bersih lingkungan juga tetap berlanjut. Jadi semua program tetap harus berjalan,” sambungnya.

Pemkot Bontang berharap penerapan WFA setiap Jumat dapat menjadi salah satu langkah efisiensi belanja operasional tanpa mengurangi produktivitas ASN maupun kualitas pelayanan publik.

Share This Article