Karhutla Tak Hanya Picu Asap, Paparan Timbal di Udara Ancam Kesehatan Masyarakat

Mukti Ali
2 Min Read

RADARKALTIM.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya menyebabkan kerusakan lingkungan dan kabut asap, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko paparan logam berat timbal di udara. Ancaman ini perlu diwaspadai karena dapat memperburuk dampak pencemaran lingkungan terhadap kesehatan masyarakat.

Selama ini, dampak karhutla identik dengan kabut asap yang mengganggu jarak pandang serta memicu gangguan pernapasan. Namun, di balik pekatnya asap, terdapat ancaman lain yang tak kasat mata, yakni partikel pencemar yang berpotensi menyebar bersama debu dan sisa pembakaran.

Guru Besar Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. dr. Muchtaruddin Mansyur, menegaskan bahwa karhutla dapat memperburuk persoalan pencemaran logam berat yang telah lama mengancam kesehatan kelompok masyarakat tertentu.

Menurutnya, kebakaran hutan dapat memicu gangguan pernapasan dan memperburuk kondisi paru-paru. Risiko tersebut menjadi perhatian serius apabila kebakaran terjadi di kawasan yang tanahnya telah terkontaminasi limbah atau endapan timbal.

Kemarau Ekstrem Picu Penyebaran Partikel Pencemar

Kondisi cuaca kering turut meningkatkan potensi penyebaran partikel debu. Saat musim kemarau ekstrem, tanah menjadi lebih kering sehingga partikel pencemar lebih mudah terangkat dan terbawa angin.

Baca Juga:  Orangtua Diminta Tak Diagnosis Anak Berdasarkan Media Sosial dan AI

Jika kawasan tersebut mengandung timbal, partikel yang terlepas ke udara berpotensi meningkatkan risiko paparan bagi masyarakat di sekitarnya. Besarnya risiko bergantung pada tingkat pencemaran, konsentrasi partikel, serta durasi paparan.

Timbal merupakan logam berat berbahaya yang dapat memengaruhi berbagai organ tubuh. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap dampak paparannya.

Penanganan Karhutla Perlu Perhatikan Dampak Kesehatan

Ancaman ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api dan pemulihan kawasan hutan. Pemantauan kualitas udara serta pemeriksaan potensi pencemaran di wilayah terdampak juga penting dilakukan.

Masyarakat yang berada di kawasan terdampak diimbau mengikuti informasi kualitas udara dan anjuran dari otoritas kesehatan. Upaya pencegahan kebakaran serta pengendalian pencemaran menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Karhutla kini menjadi persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga keselamatan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, pencegahan dan penanganan secara terpadu diperlukan agar dampaknya tidak semakin meluas.

Share This Article