Ikan Mati Massal di Loktuan Bontang Terulang, Pembudidaya Desak Hasil Uji Sampel Dibuka

Redaksi Wy
3 Min Read
BONTANG – Dugaan pencemaran lingkungan di perairan Kampung Selambai, Kelurahan Loktuan, Kota Bontang, kembali menjadi sorotan. Ratusan ikan di keramba budidaya dilaporkan mati massal sejak Selasa (3/11/2026), dengan kondisi air laut yang disebut menghitam dan berbusa.

Ketua Kelompok Budidaya Ikan Biru Loktuan, Ardi, mengatakan kematian ikan terus terjadi hingga Kamis (5/11/2026) sore. Sebagian ikan ditemukan mati, sementara lainnya mengalami kondisi lemas atau mabuk sebelum akhirnya mati.

 

Dampak kejadian tersebut dirasakan sedikitnya 11 anggota kelompok dengan total 17 titik keramba. Bahkan, setiap keramba dilaporkan kehilangan sekitar 50 ekor ikan dalam sehari.

 

Ardi khawatir kejadian tersebut terus berlanjut dan menimbulkan kerugian lebih besar bagi para pembudidaya. Ia pun mendesak pemerintah segera menyampaikan hasil pengujian sampel air dan ikan yang telah diambil dari lokasi.

 

“Ini kalau dibiarkan berlarut, kami alami kerugian. Airnya hitam dan berbusa lagi. Kami minta hasil sampling cepat keluar. Kemudian dibuka secara publik apa penyebab ikan mati,” ujar Ardi.

Baca Juga:  Pengajuan Andalalin Diminta Lengkapi Dokumen Sebelum Ajukan Izin

 

Kematian ikan secara tidak wajar juga membuat nelayan dan pembudidaya khawatir terhadap keamanan hasil perikanan di kawasan tersebut.

 

Mereka mengaku tidak berani mengonsumsi ikan yang mati karena belum mengetahui kandungan zat di dalam tubuh ikan maupun kondisi kualitas air tempat budidaya.

 

Akibatnya, ikan-ikan yang mati hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan untuk konsumsi.

 

“Kalau kami konsumsi, tidak tahu juga apa kandungan di dalamnya,” sambung Ardi.

 

Menurutnya, kejadian kali ini merupakan yang terparah dibandingkan insiden serupa yang pernah terjadi sekitar tiga bulan sebelumnya.

 

Ardi menyebut, pada kejadian terdahulu, hasil pengujian sampel air dan ikan tidak pernah disampaikan secara terbuka kepada para pembudidaya. Karena itu, pihaknya berharap pemerintah tidak kembali menutup informasi mengenai hasil pemeriksaan kali ini.

 

“Ini yang terparah. Kami desak terbuka. Jangan korbankan kami,” tegasnya.

 

Sementara itu, Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) telah mengambil sampel air dan ikan yang mati untuk diperiksa di laboratorium.

Baca Juga:  Legend Banget! Warung Pojok Bontang Masih Eksis dan Masak Pakai Tungku Sejak 43 Tahun Lalu

 

Kepala Bidang Perikanan DKP3 Bontang, Syamsu Wardi, mengatakan pengambilan sampel dilakukan di empat titik, termasuk kawasan perairan Selambai, Kelurahan Loktuan.

 

Pemeriksaan tidak hanya menyasar kualitas air, tetapi juga sampel ikan yang ditemukan mati. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengetahui kemungkinan penyebab kematian ikan secara massal.

 

Syamsu menyebut proses pemeriksaan laboratorium diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hari hingga maksimal satu pekan.

 

“Sudah kami ambil sampel. Mudah-mudahan besok bisa keluar. Atau sepekan ke depan. Kami tindak lanjuti semua keluhan nelayan,” kata Syamsu.

 

Hasil pengujian tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai kondisi perairan Kampung Selambai, sekaligus menjawab dugaan pencemaran yang dikeluhkan pembudidaya.

 

Hingga hasil laboratorium diterbitkan, penyebab kematian ratusan ikan di keramba Loktuan belum dapat dipastikan. Para pembudidaya berharap pemerintah segera menyampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka agar penanganan dan langkah pencegahan dapat dilakukan dengan tepat.

Share This Article