RSUD Taman Husada Siapkan 21 Mesin Hemodialisis, Layani Pasien Cuci Darah Hingga 5 Jam per Sesi

Redaksi Radarkaltim
2 Min Read

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang terus memperkuat layanan bagi pasien dengan gangguan fungsi ginjal melalui penyediaan 21 unit mesin hemodialisis (cuci darah).

Seluruh fasilitas tersebut digunakan untuk melayani pasien yang membutuhkan terapi pengganti fungsi ginjal, terutama penderita gagal ginjal kronis.

Kepala Ruangan Unit Dialisis RSUD Taman Husada, Salawati, mengatakan seluruh mesin hemodialisis yang dimiliki rumah sakit digunakan untuk memberikan pelayanan secara rutin kepada pasien yang telah terjadwal.

“Total ada 21 mesin hemodialis yang operasikan untuk melayani pasien cuci darah,” Kata Salawati, Kamis (6/2026).

Menurut Salawati, mayoritas pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Taman Husada merupakan peserta BPJS Kesehatan.

Dengan demikian, biaya pelayanan dapat ditanggung sesuai ketentuan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Seluruh pasien yang kami layani saat ini merupakan peserta BPJS Kesehatan,” sambungnya.

Ia menjelaskan, satu kali tindakan hemodialisis berlangsung cukup lama. Setiap pasien umumnya membutuhkan waktu sekitar lima jam agar proses penyaringan darah dapat berjalan optimal sesuai kondisi medis masing-masing.

Baca Juga:  Gugatan Rp4,2 Miliar Bergulir, Basri Rase dan Ali Ridho Lapatau Jalani Mediasi Tertutup di PN Bontang

“Rata-rata satu kali tindakan berlangsung sekitar lima jam,” jelasnya.

Diketahui, Hemodialisis merupakan terapi yang berfungsi menyaring sisa metabolisme, racun, serta kelebihan cairan dari dalam darah ketika ginjal sudah tidak mampu menjalankan fungsinya secara normal.

Terapi ini paling banyak diberikan kepada pasien gagal ginjal kronis yang telah memasuki stadium akhir dan harus menjalani cuci darah secara berkala.

Selain untuk gagal ginjal kronis, tindakan hemodialisis juga dapat dilakukan pada beberapa kondisi medis tertentu, seperti gagal ginjal akut, keracunan zat tertentu, gangguan keseimbangan elektrolit yang berat, hingga penumpukan cairan berlebih yang tidak dapat ditangani dengan pengobatan biasa.

Namun, keputusan menjalani hemodialisis tetap berdasarkan hasil pemeriksaan dan penilaian dokter.

“Dengan dukungan 21 mesin hemodialisis, RSUD Taman Husada berupaya memastikan pelayanan cuci darah bagi masyarakat Bontang dan sekitarnya dapat berjalan secara optimal sesuai kebutuhan pasien,” pungkasnya.

Share This Article