BONTANG – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, menekankan pentingnya peningkatan kualitas fasilitas asrama mahasiswa sebagai bentuk dukungan terhadap kenyamanan belajar dan peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.
Menurutnya, kondisi sarana dan prasarana di asrama memiliki keterkaitan erat dengan proses belajar mahasiswa, yang pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap prestasi akademik.
Saeful mengungkapkan bahwa dirinya telah beberapa kali mengunjungi asrama mahasiswa Bontang di Malang, Balikpapan, dan Samarinda. Dari hasil peninjauan tersebut, ia memahami aspirasi mahasiswa yang menginginkan peningkatan fasilitas agar aktivitas belajar selama menempuh pendidikan dapat berlangsung lebih nyaman.
Ia menilai, permintaan mahasiswa merupakan hal yang wajar mengingat fasilitas yang memadai akan mendukung proses studi, meningkatkan capaian akademik, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Kota Bontang.
Meski demikian, Saeful memahami bahwa peningkatan fasilitas belum dapat direalisasikan secara menyeluruh dalam waktu singkat karena masih menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. Namun demikian, pemerintah telah menyatakan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan tersebut secara bertahap sesuai kondisi keuangan daerah.
Ia berharap proses pemenuhan fasilitas dapat berjalan secara bertahap dengan tetap mengedepankan komunikasi yang baik antara pemerintah dan mahasiswa sehingga kebutuhan yang menjadi prioritas dapat dipenuhi secara berkelanjutan.
Sementara itu, perwakilan Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) Kota Samarinda, Rifka Nurul, berharap peningkatan fasilitas asrama tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah barang, tetapi juga memperhatikan kualitas setiap pengadaan.
Menurutnya, fasilitas yang disediakan sebaiknya memiliki kualitas yang baik agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat maksimal bagi penghuni asrama. Ia mencontohkan bantuan enam kasur dan empat kipas angin yang diterima pada 2024. Meski mengapresiasi bantuan tersebut, ia menyampaikan bahwa kipas angin yang diterima mengalami kerusakan sebelum sempat digunakan sehingga ke depan diharapkan pengadaan memperhatikan aspek kualitas.
Menanggapi aspirasi tersebut, Penelaah Teknis Kebijakan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bontang, Hidayat, menjelaskan bahwa pengelolaan asrama mahasiswa yang berada di bawah Kesra memiliki keterbatasan kewenangan. Hal itu disebabkan sebagian asrama berstatus sewa sehingga pemerintah tidak dapat melakukan pengadaan aset di dalamnya.
Ia menerangkan bahwa sesuai ketentuan yang berlaku, pengadaan aset untuk asrama sewa menjadi kewenangan Bagian Umum, sehingga Kesra tidak dapat secara langsung menyediakan fasilitas yang bersifat aset tetap.
