BONTANG – Pasien gagal ginjal di Kota Bontang kini memiliki pilihan layanan dialisis yang dapat dilakukan secara mandiri dari rumah.
RSUD Taman Husada Bontang menyediakan layanan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) atau dialisis peritoneal yang memungkinkan pasien menjalani proses cuci darah tanpa harus rutin datang ke rumah sakit.
Diketahui, layanan CAPD tersebut mulai beroperasi sejak 2022 dan berada di bawah pelayanan Unit Hemodialisis RSUD Taman Husada Bontang.
Pada 2026 ini RSUD Taman Husada terus mengembangkan dan memastikan pasien tetap bisa menjalani cuci darah dengan alat yang sudah diremajakan.
Kepala Ruangan Hemodialisis RSUD Taman Husada Bontang, Salawati, menjelaskan CAPD menjadi salah satu alternatif terapi pengganti fungsi ginjal bagi pasien yang memenuhi kriteria medis.
“Jadi pasien hanya tinggal mengatur jadwal untik mendapatkan perawatan cuci darah dari rumah,” jelas Salawati.
Lebih lanjut, pelayanan CAPD dilakukan dengan memasukkan cairan dialisis ke dalam rongga perut melalui kateter. Selaput peritoneum kemudian berfungsi sebagai membran penyaring untuk membantu membuang zat sisa metabolisme dan kelebihan cairan dari dalam tubuh.
“kami jalankannya mengikuti standard operating procedure (SOP) yang sudah diajarkan oleh petugas CAPD,” ujarnya.
Salawati menyebut layanan dialisis dapat diberikan kepada pasien dengan kondisi tertentu, termasuk pasien gagal ginjal kronis (GGK) maupun gagal ginjal akut (GGA), sesuai hasil penilaian dan indikasi medis.
Pada pasien yang membutuhkan dialisis segera, terdapat sejumlah kondisi yang menjadi pertimbangan medis. Di antaranya hiperkalemia atau kadar kalium darah yang tinggi, asidosis metabolik berat, kegagalan terapi konservatif, serta kadar ureum atau kreatinin yang tinggi.
Namun, tidak seluruh pasien gagal ginjal otomatis dapat menjalani CAPD. Kemandirian pasien menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kelayakan terapi tersebut.
“Dialisis peritoneal membutuhkan kemandirian pasien. Karena itu, pemilihan pasien yang sesuai diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidupnya,” pungkasnya. (*)
