BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, menebang lima pohon berukuran besar dan menjulang tinggi di wilayah Kelurahan Gunung Elai, Selasa (2/6).
Penebangan dilakukan sebagai tindak lanjut atas permohonan warga, di mana khawatir keberadaan pohon tersebut membahayakan keselamatan masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, Usman melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Kaspul Anwar menuturkan m, bajwa kegiatan berlangsung di RT 25 Jalan Sungai Memberano, kawasan HOP 4, serta RT 19 Kelurahan Gunung Elai. Sebanyak 10 personel BPBD Bontang diterjunkan untuk menangani proses penebangan.
Ia bilang, kegiatan tersebut bukan agenda rutin, melainkan berdasarkan laporan dan permohonan masyarakat yang menilai kondisi pohon berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.
“Ini bukan kegiatan rutin, kalau ada permohonan warga dan posisi pohonnya dinilai membahayakan pengguna jalan atau permukiman, kemudian ada surat masuk, maka kami agendakan untuk ditindaklanjuti,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Kata dia, sebanyak 5 pohon yang ditebang, terdiri atas pohon tanjung dan beringin dengan ukuran besar serta ketinggian yang cukup ekstrem. Kaspul memperkirakan, usia pohon-pohon tersebut telah mencapai lebih dari 25 tahun.
Untuk prosess penebangan berlangsung sejak pagi hingga sekitar pukul 14.00 Wita siang. Lamanya pekerjaan dipengaruhi oleh ukuran pohon yang tinggi dan rimbun, sehingga memerlukan penanganan ekstra hati-hati.
“Alhamdulillah penebangan bisa diselesaikan hari ini. Pohonnya cukup tinggi dan rimbun, jadi membutuhkan waktu yang lebih lama,” terangnya.
Dalam pelaksanaannya, kata Kaspul, BPBD Bontang turut mendapat dukungan 6 personel Dinas Perhubungan (Dishub) yang membantu pengoperasian mobil crane. Warga sekitar juga terlibat membantu kelancaran proses penebangan.
Ia mengimbau, masyarakat segera melaporkan apabila menemukan pohon tua atau pohon berisiko tumbang yang dapat mengancam keselamatan warga maupun pengguna jalan.
“Dengan penanganan lebih awal, potensi kecelakaan akibat pohon tumbang dapat diminimalkan,” tutupnya.
