BONTANG – Operasional dua Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bontang Selatan dihentikan sementara. Akibatnya, sekitar 5 ribu siswa untuk sementara waktu tidak menerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala SPPG Regional Bontang, Surya Dwi Saputra, mengatakan dua dapur yang dihentikan berada di Kelurahan Tanjung Laut Indah dan Tanjung Laut.
Menurutnya, penghentian operasional dilakukan karena dapur belum mengantongi sertifikasi chef serta masih menjalani renovasi layout bangunan agar sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).
“Prosesnya sudah rampung. Tinggal menunggu penilaian untuk bisa kembali beroperasi,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Surya menjelaskan, evaluasi dilakukan karena sejumlah dapur MBG sebelumnya dioperasikan lebih cepat demi mengejar target pelaksanaan program nasional Presiden Prabowo Subianto.
Setelah berjalan, BGN melakukan peninjauan ulang terhadap standar pelayanan dapur MBG. Dapur yang mendapat suspensi diwajibkan menghentikan operasional sementara untuk melakukan pembenahan.
“Kalau semua sudah memenuhi standar, penerima manfaat akan kembali mendapatkan MBG,” katanya.
Saat ini, terdapat 21 dapur MBG yang telah beroperasi di Kota Bontang. Rinciannya, sembilan dapur di Kecamatan Bontang Utara melayani 18.623 penerima, delapan dapur di Bontang Selatan melayani 15.286 penerima, dan empat dapur di Bontang Barat melayani 7.212 penerima.
Pemerintah menargetkan total 33 dapur MBG dapat beroperasi di Bontang dengan sasaran sekitar 41 ribu penerima manfaat.
