Gelombang Pasang 3 Meter Hantam Permukiman Balikpapan, Tiga Rumah Ambruk ke Laut, Bayi 4 Bulan Selamat

Redaksi Wy
4 Min Read

BALIKPAPAN – Gelombang pasang setinggi sekitar tiga meter menerjang permukiman warga di Gang PDI RT 09, Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Jumat (10/7/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.44 WITA itu menyebabkan tiga rumah ambruk ke laut dan satu rumah lainnya berada dalam kondisi rawan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri meski harus terjun ke air saat bangunan yang mereka tempati tiba-tiba roboh.

Salah seorang korban, Suriyani Ningsih atau yang akrab disapa Atun, mengaku sempat merasakan rumahnya bergoyang hebat sebelum akhirnya amblas ke laut akibat tiang penyangga patah.

Saat kejadian, sekitar sepuluh anggota keluarga, termasuk seorang bayi berusia empat bulan bernama Aisah dan seorang balita bernama Yasmin, sedang berada di ruang tamu.

“Setengah jam sebelum pecah itu saya sudah menyuruh keluarga keluar. Saya bilang keluarkan motor, barang-barang di dapur juga kami amankan. Pas kejadian, kami semua di ruang tamu akhirnya nyemplung ke air,” ujar Atun.

Atun menceritakan dirinya bersama anggota keluarga lainnya harus berjuang keluar dari air yang tingginya mencapai dada orang dewasa. Kondisi semakin menegangkan karena ombak terus menghantam sisa bangunan yang roboh.

Baca Juga:  Pasca Rumah Roboh, BPBD Koordinasikan Penanganan Korban di Berbas Tengah

Meski mengalami luka lecet akibat terkena paku dan serpihan seng, ia bersyukur seluruh anggota keluarganya berhasil selamat.

“Untungnya atap rumah tidak langsung menimpa kami,” katanya.

Setelah mendapatkan pemeriksaan dari tim medis, kondisi anak-anak, termasuk bayi dan balita yang ikut menjadi korban, dipastikan dalam keadaan sehat.

“Alhamdulillah, anak-anak sehat. Itu saja yang bikin saya tenang sekarang,” ucapnya.

Ketua RT 09, Sukandar, mengatakan total terdapat empat rumah yang terdampak gelombang pasang. Tiga rumah mengalami kerusakan total, sedangkan satu rumah lainnya kini berada dalam kondisi yang membahayakan untuk ditempati.

Rumah yang hancur merupakan milik keluarga Misnan/Zainah, Syamsudin/Atun, dan Hendra/Mustika Sari.

Menurut Sukandar, cepatnya evakuasi yang dilakukan warga menjadi faktor utama sehingga tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, nihil. Semuanya selamat berkat kesigapan warga dan pihak terkait,” ujarnya.

Pasca-kejadian, pemerintah bersama aparat setempat langsung melakukan pendataan terhadap para korban.

Prioritas utama saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar, terutama logistik, pakaian, dan perlengkapan sekolah yang ikut hanyut maupun rusak akibat terendam air.

Baca Juga:  Viral! Usulan Uang Saku Ormas Rp105 Ribu Per Orang di Kaltim Bikin Heboh, Kesbangpol Klarifikasi dan Minta Maaf

Beberapa anak yang membutuhkan bantuan perlengkapan sekolah di antaranya Kusna, Ageng, Ambar, dan Kenji.

Camat Balikpapan Kota, Rosin Suparlan, yang meninjau langsung lokasi bersama Babinsa, petugas Trantib, dan Ketua LPM, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan langkah penanganan darurat.

“Rencana akan dibangunkan tenda darurat. Untuk bantuan logistik saat ini kami himpun secara swadaya dari karyawan kecamatan dan kelurahan agar bisa segera diterima warga. Karena ini daerah di atas air yang rawan, kami akan segera rapatkan dengan tim untuk langkah penanganan selanjutnya, apakah memungkinkan dibangun kembali atau ada opsi lain,” jelas Rosin.

Saat ini para korban masih mengungsi sementara di rumah kerabat masing-masing sambil menunggu bantuan lanjutan dan keputusan pemerintah terkait lokasi hunian mereka ke depan.

Share This Article