RSUD Taman Husada Punya Alat Automated Breast Ultrasound System

Redaksi Radarkaltim
2 Min Read

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang kini memiliki teknologi pemeriksaan payudara modern melalui Automated Breast Ultrasound System (ABUS).

Alat ini menjadi salah satu fasilitas penunjang untuk membantu mendeteksi kelainan pada jaringan payudara. Keunggulannya juga termasuk sebagai bagian dari upaya deteksi dini kanker payudara.

Kepala Ruangan Radiologi RSUD Taman Husada Bontang, Sukamto, mengatakan ABUS merupakan teknologi ultrasonografi payudara otomatis yang mampu menghasilkan gambaran jaringan payudara secara tiga dimensi (3D).

Teknologi tersebut dinilai dapat menjadi pemeriksaan penunjang, terutama bagi perempuan yang memiliki jaringan payudara padat.

“ABUS ini merupakan salah satu teknologi pemeriksaan payudara yang kami miliki untuk membantu melihat adanya kelainan pada jaringan payudara,” kata Sukamto.

Ia menjelaskan, sistem pemeriksaan ABUS bekerja secara otomatis sehingga proses pencitraan dapat dilakukan secara lebih terstandar.

Hasil pencitraan tersebut kemudian dapat membantu dokter dalam melihat kondisi jaringan payudara secara lebih detail dan menentukan pemeriksaan lanjutan apabila ditemukan adanya kelainan.

Menurut Sukamto, keberadaan ABUS juga menjadi bagian dari upaya RSUD Taman Husada meningkatkan kualitas pelayanan radiologi.

Baca Juga:  RSUD Taman Husada Bontang Perkuat Layanan HIV/AIDS, Dorong Deteksi Dini Tanpa Rasa Takut

Terlebih, pemeriksaan dan deteksi dini memiliki peran penting dalam menemukan kelainan payudara sedini mungkin.

“Harapannya masyarakat, khususnya perempuan, bisa memanfaatkan fasilitas pemeriksaan yang sudah tersedia di RSUD Taman Husada,” ujarnya.

Dengan adanya teknologi ABUS, masyarakat Bontang juga memiliki akses terhadap layanan pemeriksaan payudara dengan teknologi modern tanpa harus keluar daerah.

RSUD Taman Husada berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat memperluas akses pemeriksaan dan mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan payudara.

Sukamto juga mengingatkan agar masyarakat tidak menunda pemeriksaan apabila menemukan adanya perubahan atau keluhan pada payudara.

Sebab, pemeriksaan lebih awal dapat membantu tenaga medis mengetahui kondisi pasien dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.

“Segera periksakan untuk yang memiliki keluhannya,” pungkasnya.

Share This Article