BONTANG – Kasus stroke menjadi salah satu kondisi yang paling banyak ditangani dalam layanan instalasi rehabilitasi medik RSUD Taman Husada Kota Bontang.
Hal itu disampaikan oleh Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik, RSUD Taman Husada Bontang, Rahmawaty Dian.
Ia mengatakan, selain stroke, keluhan pada otot, tulang, dan sendi juga mendominasi pasien yang menjalani rehabilitasi. Yakni, nyeri pinggang atau low back pain, osteoarthritis pada lutut, hingga nyeri bahu dan nyeri sendi.
“Yang paling banyak pertama itu kasus neuromuskuler, yaitu pasien stroke. Kedua, kasus muskuloskeletal, seperti sakit pinggang atau LBP (Low Back Pain) kemudian osteoarthritis pada lutut,” ujarnya.
Menurutnya, pasien dengan gangguan gerak juga cukup banyak ditangani, khususnya mereka yang mengalami keterbatasan setelah cedera. Salah satunya adalah, pasien pascapatah tulang yang mengalami kekakuan atau keterbatasan pergerakan pada bagian tubuh tertentu.
“Sekarang juga banyak kasus pasca cedera, misalnya pascapatah tulang. Itu kan ada gangguan pergerakan, kaku atau stiffness, misalnya stiffness lutut, siku, maupun bahu,” tambahnya.
Kata Dokter Dian, bukan hanya orang dewasa dan lansia, layanan rehabilitasi medik juga menangani pasien anak dengan gangguan tertentu, termasuk anak yang mengalami keterlambatan bicara.
Bahkan, layanan rehabilitasi medik dapat diberikan sejak usia bayi. Pasien yang baru lahir dan mengalami gangguan menyusui juga dapat dikonsultasikan untuk mendapatkan stimulasi yang sesuai.
“ Pasien yang baru lahir, usia beberapa hari, misalnya dengan gangguan menyusui, dikonsulkan ke rehab medik untuk memberikan terapi dan stimulasi agar fungsi menghisap atau menyusuinya menjadi baik,” terangnya.
Dengan cakupan pasien yang luas, rehabilitasi medik tidak hanya berfokus pada pengobatan keluhan, tetapi membantu mengoptimalkan fungsi dan kemampuan pasien dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sesuai kondisi masing-masing.
