BONTANG – Meski hingga awal November 2025 belum ditemukan kasus Influenza tipe A di Kota Bontang, pihak rumah sakit mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan kesehatan. Pencegahan dini tetap menjadi langkah penting agar penyakit ini tidak menyebar.
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Taman Husada Bontang, dr. Tri Ratna Paramita menyebut, rumah sakit memang menerima pasien dengan gejala flu biasa, namun hingga saat ini belum ada yang terkonfirmasi positif Influenza tipe A.
“Kasus influenza umum memang ada, tapi untuk Influenza A belum ditemukan. Kondisi saat ini masih terpantau aman,” kata dr. Tri Ratna, Jumat (7/11/2025).
Meski situasi relatif aman, dr. Tri Ratna mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala flu yang berkepanjangan. Beberapa wilayah di Indonesia saat ini melaporkan peningkatan kasus Influenza tipe A, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.
Gejala yang perlu diwaspadai meliputi demam tinggi, batuk, pilek berkepanjangan, sesak napas, dan tubuh terasa lemas. Jika muncul tanda-tanda tersebut, warga dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Selain kewaspadaan terhadap gejala, rumah sakit juga mendorong masyarakat menerapkan langkah pencegahan berikut:
– Memakai masker saat berada di tempat umum, terutama saat batuk atau pilek.
– Rutin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.
– Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin menggunakan tisu atau siku bagian dalam.
– Menjaga pola tidur dan asupan makanan bergizi.
– Menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit flu.
– Melakukan vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.
– Menjaga kebersihan rumah dan sirkulasi udara tetap baik.
“Dengan kewaspadaan dan penerapan langkah pencegahan yang tepat, kami berharap Kota Bontang tetap aman dari Influenza tipe A,” tegas dr. Tri Ratna.
RSUD Taman Husada Bontang menekankan komitmennya untuk memantau kesehatan masyarakat secara berkala sekaligus memberikan edukasi pencegahan agar penyebaran penyakit dapat diminimalkan.
