BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang terus memperluas akses layanan bagi pasien dengan HIV/AIDS melalui pendekatan terpadu yang menekankan aspek medis, psikologis, dan sosial.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang setara tanpa stigma atau diskriminasi terhadap siapa pun.
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Taman Husada, dr. Anwar Arsyad, mengatakan, pelayanan bagi pasien HIV di rumah sakit kini sudah mencakup skrining, pemeriksaan laboratorium, terapi antiretroviral (ARV), hingga pendampingan konseling yang dilakukan secara berkesinambungan.
“Kami ingin memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan yang menyeluruh, tidak hanya dari sisi medis, tapi juga emosional. Kerahasiaan identitas menjadi prioritas utama,” ujarnya.
dr. Anwar menuturkan, masih banyak masyarakat yang enggan memeriksakan diri karena rasa takut dan minimnya informasi. Padahal, deteksi dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan HIV.
“Banyak yang baru tahu setelah kondisinya menurun. Padahal, HIV bisa dikendalikan dengan baik bila diketahui sejak awal,” katanya.
Selain memberikan layanan medis, RSUD Taman Husada juga aktif menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan, lembaga sosial, dan komunitas pendamping pasien. Kolaborasi ini bertujuan memperluas jangkauan edukasi agar masyarakat semakin paham bahwa HIV bukan akhir dari segalanya.
“Kami ingin menghapus stigma. Pasien HIV tetap bisa hidup sehat, bekerja, dan beraktivitas seperti biasa asalkan rutin berobat dan disiplin menjalani terapi,” imbuhnya.
dr. Anwar menegaskan, RSUD Taman Husada bertekad menjadi ruang yang aman dan ramah bagi seluruh pasien. Setiap orang, kata dia, berhak mendapatkan pelayanan terbaik tanpa rasa takut dihakimi.
“Tugas kami bukan hanya mengobati penyakit, tapi juga memberikan rasa tenang dan harapan kepada mereka yang berjuang,” tutupnya. (*)
