BONTANG – Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Muhammad Irfan, menggagas skema penempatan tenaga kerja ke Jepang yang memberikan peluang bagi tenaga kerja terampil maupun calon tenaga kerja yang ingin mengikuti program pemagangan.
Melalui skema tersebut, peserta yang telah memiliki sertifikat kompetensi, khususnya di bidang welder dan scaffolding, berkesempatan diberangkatkan sebagai tenaga ahli. Sementara itu, peserta yang belum memiliki kompetensi akan mengikuti program pemagangan sebagai tahapan awal sebelum memasuki dunia kerja di Jepang.
“Program ini tidak hanya membuka jalur pemagangan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi tenaga kerja yang sudah memiliki keahlian. Jadi ada dua skema, yakni tenaga ahli bagi yang telah bersertifikat dan program magang bagi peserta yang belum memiliki kompetensi,” ujar Muhammad Irfan saat sosialisasi program kerja ke Jepang.
Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di Jepang saat ini cukup tinggi, terutama untuk bidang welder dan scaffolding. Oleh karena itu, peserta yang telah memiliki kompetensi hanya akan mengikuti pembekalan bahasa dan budaya Jepang selama sekitar tiga hingga empat bulan sebelum diberangkatkan.
Seluruh peserta nantinya akan dibina melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang telah menjalin kerja sama dengan mitra di Jepang. LPK tersebut akan memberikan pelatihan bahasa, budaya kerja, pendampingan sertifikasi, hingga memfasilitasi proses administrasi keberangkatan.
“Peserta yang sudah memiliki keahlian akan dibekali bahasa dan budaya Jepang. Selanjutnya dilakukan proses sertifikasi sebagai pengakuan atas kompetensi yang telah dimiliki di Indonesia sehingga siap bekerja sebagai tenaga ahli di Jepang,” jelasnya.
Muhammad Irfan menilai skema tersebut merupakan inovasi yang dapat memperluas peluang kerja bagi masyarakat Bontang sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja daerah di pasar internasional.
“Skema ini kami formulasikan sebagai upaya membuka peluang yang lebih luas bagi tenaga kerja Bontang. Harapannya dapat menjadi model yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang, Takdir Mannang, menyampaikan bahwa program penempatan tenaga kerja ke Jepang mendapat respons yang sangat positif.
Ia menjelaskan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya mampu memberangkatkan dua peserta, peluang yang tersedia saat ini jauh lebih besar. Menurutnya, pengalaman Muhammad Irfan sebagai alumni program pemagangan di Jepang turut membuka akses kerja sama yang lebih luas.
“Kami berharap semakin banyak generasi muda Bontang yang dapat mengikuti program ini. Pengalaman yang dimiliki Pak Irfan menjadi motivasi sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi tenaga kerja asal Bontang,” ujar Takdir.
