Tak Lagi Andalkan Pusat, Pemkot Bontang Siapkan Rp40 Miliar Bangun Akses Baru Bontang Kuala untuk Atasi Banjir Rob

Redaksi Wy
3 Min Read

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memastikan pembangunan jalan alternatif menuju Kelurahan Bontang Kuala akan menjadi prioritas pada tahun anggaran 2027. Proyek senilai sekitar Rp40 miliar itu disiapkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi akses warga yang kerap lumpuh akibat banjir rob.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah berbagai usulan yang diajukan kepada pemerintah pusat belum mendapatkan tindak lanjut. Padahal, kondisi akses utama menuju Bontang Kuala sudah berulang kali terdampak pasang air laut yang mengakibatkan aktivitas warga terganggu.

Menurut Neni, Pemerintah Kota Bontang telah melakukan berbagai upaya, termasuk melobi pemerintah pusat dan berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBJN). Bahkan, pihak BBJN telah melakukan survei lapangan dan menerima dokumen perencanaan pembangunan.

“Pemerintah pusat menganggap jalan itu masih layak. Padahal bukti-bukti kondisi di lapangan sudah kami sampaikan. Akhirnya kami putuskan untuk memperbaikinya sendiri melalui APBD tahun depan. Tidak bisa dibiarkan terus seperti ini,” ujar Neni.

Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang tengah menyusun dokumen teknis dan perencanaan pembangunan. Nilai anggaran yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp40 miliar.

Baca Juga:  Ancaman Badai Putus Kontrak PPPK; Ini Jawaban Pemkot Bontang

Meski demikian, Neni mengakui kondisi keuangan daerah pada 2027 diperkirakan cukup menantang. Namun, pembangunan akses alternatif Bontang Kuala tetap menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah.

“Semoga anggarannya tetap tersedia karena ini kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat,” katanya.

Kepala Dinas PUPRK Kota Bontang, Edy Prabowo, menjelaskan bahwa anggaran tersebut difokuskan untuk peningkatan jalur trotoar yang akan difungsikan sebagai akses alternatif saat banjir rob terjadi.

Trotoar tersebut nantinya akan ditinggikan agar tidak mudah terendam air laut. Selain itu, lebar jalur juga akan disesuaikan dengan dokumen perencanaan sehingga dapat dilalui oleh dua kendaraan secara bersamaan.

“Insyaallah tahun depan menjadi prioritas pembangunan. Jalur ini akan ditingkatkan agar lebih aman dan nyaman digunakan masyarakat,” ujar Edy.

Banjir rob menjadi persoalan tahunan yang terus dihadapi warga Kelurahan Bontang Kuala. Dalam kondisi pasang tinggi, akses utama menuju kawasan permukiman di atas laut tersebut sering kali terendam dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Bahkan, fenomena banjir rob dapat terjadi satu hingga dua kali setiap bulan, tergantung kondisi pasang surut air laut.

Baca Juga:  Viral Warga Bontang Inisiatif Buang Sampah ke TPA Justru Disuruh Bayar; Jangan Salahkan Warga Buang Sembaranga

Terbaru, banjir rob kembali merendam akses utama menuju Bontang Kuala pada Selasa (16/6/2026) pagi. Sejumlah warga memilih menunggu air surut karena khawatir kendaraan mereka rusak akibat terendam air laut.

Namun sebagian warga tetap nekat melintasi genangan demi menjalankan aktivitas yang sudah direncanakan, termasuk memancing di kawasan pesisir.

Dengan adanya pembangunan jalan alternatif yang lebih tinggi dan representatif, Pemkot Bontang berharap mobilitas masyarakat Bontang Kuala tidak lagi terganggu setiap kali banjir rob melanda kawasan tersebut.

Share This Article