BONTANG – Pemerintah Kota Bontang bersama warga sepakat menghentikan sementara penarikan retribusi masuk kawasan wisata Bontang Kuala usai rapat koordinasi yang digelar pada Minggu (10/5/2026).
Keputusan tersebut diambil setelah kebijakan retribusi Rp5 ribu per orang menuai penolakan dari warga dan pelaku usaha karena dinilai berdampak terhadap penurunan jumlah pengunjung.
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan penghentian penarikan retribusi bersifat sementara sambil menunggu kajian ulang dari pemerintah daerah.
Menurutnya, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispora-Ekraf) Bontang diminta menyiapkan evaluasi dan kajian dalam waktu sepekan ke depan terkait skema penarikan retribusi yang dinilai lebih tepat.
“Nanti tarifnya dikaji ulang. Apakah Rp5 ribu itu untuk per kendaraan saja. Jadi ini dihentikan sementara yah,” ujar Andi Faizal.
Keputusan penghentian sementara tersebut disambut baik oleh warga dan pelaku usaha di kawasan wisata Bontang Kuala.
Warga berharap evaluasi yang dilakukan pemerintah dapat menghasilkan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat tanpa mengurangi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Salah seorang warga, Agung Anugrah, meminta agar skema penarikan retribusi nantinya diterapkan per kendaraan, bukan per orang.
“Kesimpulannya dihentikan. Sepekan itu waktu yang cukup lah untuk mencapai kebijakan baik dalam penarikan retribusi,” kata Agung.
Sementara itu, Kepala Dispora-Ekraf Bontang, Eko Mashudi, mengaku pihaknya akan segera menindaklanjuti berbagai keluhan dan keresahan warga terkait kebijakan tersebut.
Meski demikian, Eko menegaskan penarikan retribusi wisata pada dasarnya merupakan amanah dari peraturan daerah yang harus dijalankan pemerintah.
“Akan kami evaluasi segera,” ucapnya.
Sebelumnya, kebijakan retribusi wisata sebesar Rp5 ribu per orang yang mulai diberlakukan pada 8 Mei 2026 mendapat banyak penolakan dari masyarakat.
Warga menilai kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap penurunan jumlah pengunjung di kawasan wisata Bontang Kuala yang selama ini menjadi salah satu destinasi favorit di Kota Bontang.
