SAMARINDA – Warga Jalan Kedondong Dalam Tiga, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, digegerkan dengan penemuan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya pada Senin (27/7/2026) pagi.
Korban diketahui merupakan seorang pria berusia 33 tahun. Peristiwa tersebut pertama kali terungkap setelah korban tidak lagi memberikan kabar kepada istrinya, sehingga memunculkan kekhawatiran dari pihak keluarga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan sakit maag kepada sang istri. Kondisi tersebut awalnya tidak dianggap sebagai sesuatu yang membahayakan.
Namun, ketika sang istri kembali mencoba menghubungi korban pada keesokan harinya, telepon maupun pesan yang dikirim tidak mendapat respons.
Merasa ada sesuatu yang tidak beres, istri korban kemudian meminta bantuan pemilik rumah kos untuk memeriksa kondisi suaminya.
Pemilik kos bersama warga sempat berupaya memanggil korban dengan mengetuk pintu kamar beberapa kali. Namun tidak ada jawaban dari dalam.
Karena curiga, pemilik kos kemudian melihat ke dalam kamar melalui jendela. Saat itulah korban terlihat sudah dalam kondisi tidak bergerak dan diduga telah meninggal dunia.
Peristiwa tersebut langsung dilaporkan kepada Ketua RT setempat sebelum akhirnya diteruskan kepada pihak kepolisian.
Tak lama berselang, personel Polsek Samarinda Ulu bersama Tim Identifikasi (Inafis) Polresta Samarinda tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban.
Meski demikian, kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
Jenazah kemudian dievakuasi oleh Tim Inafis Polresta Samarinda bersama personel Polsek Samarinda Ulu ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Pemeriksaan tersebut dilakukan guna memastikan penyebab kematian berdasarkan hasil medis.
Selain melakukan olah TKP, penyidik juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui kronologi penemuan korban.
Proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk melengkapi seluruh fakta di lapangan.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya maupun berspekulasi mengenai penyebab kematian korban.
Hasil resmi terkait penyebab meninggalnya korban akan disampaikan setelah proses pemeriksaan medis dan penyelidikan kepolisian selesai dilakukan.
