DPMPTSP: Hilirisasi Jadi Andalan Investasi di Kota Bontang

Redaksi Wy
3 Min Read

BONTANG – Pemkot Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) menilai masa depan investasi daerah tidak bertumpu pada ketersediaan bahan baku, melainkan pada pengembangan industri hilir dan sektor jasa.

Hal itu disampaikan oleh, Analis Kebijakan Ahli Madya, Bidang Penanaman Modal, DPM-PTSP Bontang Karel saat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Penanaman Modal bersama Komisi B DPRD Bontang.

Menurutnya, Bontang tidak memiliki sumber daya alam seperti perkebunan sawit atau ladang minyak dalam jumlah besar. Namun, kota ini memiliki peluang besar sebagai pusat industri dan jasa.

“Potensi kita di Kota Bontang ini bukan sumber alamnya atau bahan baku langsung dari Bontang. Tetapi secara garis besar kita ingin menjadikan Bontang seperti Singapura sebagai kota jasa,” tuturnya.

Menurutnya, sejak awal berdiri Kota Bontang memang telah ditetapkan sebagai kota industri dan jasa. Karena itu, pengembangan investasi diarahkan pada sektor yang mampu memberikan nilai tambah dari produk yang sudah ada.

Karel mencontohkan, gas yang diolah oleh LNG Badak dan Pupuk Kaltim telah menghasilkan berbagai produk turunan seperti amonia, metanol, amonium nitrat hingga soda ash. Produk-produk tersebut dinilai masih memiliki peluang untuk dikembangkan ke tahap hilir berikutnya.

Baca Juga:  Lebih Mudah Tanpa Ribet, Urus Perizinan via Online Melalui 1 Sistem DPM-PTSP Bontang

“Iniyang mau kita hilirkan lagi, program hilirisasi sebenarnya yang ingin kami tonjolkan dalam peta potensi investasi Kota Bontang,” tambahnya.

Selain sektor gas dan petrokimia, kata dia, hilirisasi sawit juga masuk dalam kajian pengembangan investasi. Ia mengungkapkan, tim ahli dari Kementerian Investasi telah menyusun studi kelayakan terkait pembangunan industri fatty acid atau asam lemak yang berasal dari bahan baku sawit.

“Fatty acid ini merupakan bahan baku yang digunakan untuk berbagai kebutuhan industri, termasuk bahan yang selama ini masih diimpor untuk industri parfum. Kajiannya sudah dibuat oleh Kementerian Investasi,” tegasnya.

Menurutnya, apabila ada investor yang berminat, pabrik fatty acid tersebut berpeluang dibangun di Kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE) Bontang.

Melalui strategi hilirisasi, pihaknya berharap Bontang tak hanya jadi daerah pengolahan bahan baku tetapi juga mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang dapat menarik investasi baru dan membuka lapangan kerja.

“FS atau studi kelayakannya sudah ada. Insyaallah kalau ada investor yang berminat, mereka bisa membangun pabriknya di wilayah KIE,” pungkasnya.

Share This Article