BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir untuk mengantisipasi dampak banjir rob yang kembali terjadi pada Senin (15/6/2026) pagi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ismail menyampaikan, bahwa puncak pasang air laut mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WITA pagi. Ketinggian air pasang diperkirakan mencapai puncaknya hingga satu jam berikutnya sebelum berangsur surut.
“Puncak ketinggian pasang pagi ini mencapai 2,77 meter dari info BMKG,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
Kata Ismail, fenomena banjir rob merupakan kondisi yang kerap terjadi di sejumlah wilayah pesisir Kota Bontang, terutama di kawasan Kelurahan Bontang Kuala. Karena itu, masyarakat yang berada di daerah langganan genangan diminta meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
BPBD Bontang mengingatkan, warga yang akan berangkat bekerja maupun anak-anak yang hendak ke sekolah untuk menyesuaikan waktu keberangkatan. Langkah tersebut dinilai penting, untuk menghindari keterlambatan akibat akses jalan yang tergenang air laut.
“Kami mengimbau masyarakat yang sudah terbiasa dengan genangan rob agar bisa mengantisipasi sejak dini. Bagi yang akan berangkat kerja maupun anak-anak yang akan ke sekolah, sebaiknya keluar lebih awal agar tidak terjebak genangan air asin,” terangnya.
Selain memperhatikan kondisi jalan, warga juga diminta mengamankan barang-barang elektronik dan peralatan rumah tangga yang berada di area rendah.
BPBD Kota Bontang, terus memantau perkembangan pasang surut air laut dan akan memberikan informasi lanjutan apabila terjadi peningkatan ketinggian air di wilayah pesisir.
“Genangan air laut selain mengganggu jalur jalan seperti Bontang Kuala, juga berpotensi membuat kendaraan cepat berkarat,” jelas Ismail.
