BONTANG – Penambahan titik pengisian bahan bakar minyak (BBM) dinilai menjadi salah satu solusi untuk mengurai antrean kendaraan yang belakangan kembali terjadi di sejumlah SPBU di Bontang.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, mendorong Pemerintah Kota Bontang mempertimbangkan penambahan SPBU, khususnya di wilayah yang selama ini belum terjangkau layanan pengisian BBM secara optimal.
Saat ini terdapat enam SPBU di Bontang. Menurut Rustam, keberadaan SPBU tersebut masih terkonsentrasi di kawasan tengah kota, sementara wilayah seperti Bontang Lestari belum memiliki SPBU.
Salah satu opsi yang dinilai dapat dipertimbangkan ialah mengubah Pertashop di Bontang Lestari menjadi SPBU. Rustam meminta Pemkot menindaklanjuti kemungkinan tersebut, termasuk dari sisi perizinan dan administrasi.
“Penambahan SPBU dengan mengubah Pertashop Bontang Lestari jadi SPBU. Karena enam SPBU sekarang hanya ada di tengah kota, tidak ada di daerah sana,” ujarnya, Rabu (2/9).
Rustam menilai penambahan titik layanan tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap BBM, tetapi juga dapat membagi konsentrasi kendaraan. Dengan begitu, beban antrean di enam SPBU yang sudah beroperasi diharapkan dapat berkurang dan pelayanan BBM lebih merata.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Kota Bontang, Moch Arif Rochman, mengatakan rencana penambahan SPBU sebenarnya telah masuk dalam pembahasan pemerintah. Kendalanya, sejumlah opsi lahan sebelumnya terkendala persoalan administrasi.
“Beberapa lahan sudah ada opsi, tapi tidak jadi karena masalah administrasi. Mungkin perubahan Pertashop bisa jadi pilihannya,” katanya.
Menurut Arif, pengalihan fungsi Pertashop menjadi SPBU berpotensi menjadi alternatif yang lebih memungkinkan karena tidak perlu kembali memulai proses penyediaan lahan dari awal.
Sementara itu, Sales Area Manager Retail Kalimantan Timur dan Utara (SAM Kaltimut) PT Pertamina Patra Niaga, Narotama Aulia Fajri, menyatakan terbuka terhadap rencana penambahan SPBU di Bontang.
“Tinggal diajukan saja dan diurus administrasinya,” imbuhnya.
