BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mengintensifkan peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui bimbingan teknis (bimtek) character building berbasis kesehatan mental bagi guru SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Program ini berlangsung selama dua pekan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan kondusif.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan bahwa pelaksanaan bimtek tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah, sekaligus mengacu pada Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 yang menekankan pentingnya budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Menurutnya, penguatan karakter dalam dunia pendidikan tidak cukup hanya difokuskan kepada siswa, melainkan harus dimulai dari kesiapan mental dan kualitas kepribadian guru sebagai ujung tombak pembelajaran.
“Penguatan karakter guru menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pendidikan yang lebih baik. Ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan sekolah yang ramah,” ujarnya, Rabu (29/04/2026).
Ia juga menekankan bahwa pendekatan emosional yang positif, seperti cinta dan kasih sayang, perlu diterapkan dalam proses belajar mengajar. Hal tersebut diyakini mampu menciptakan suasana kelas yang lebih nyaman dan mendorong keterlibatan aktif siswa.
“Ketika guru menghadirkan energi positif, siswa akan merespons dengan hal yang sama. Pendekatan humanis menjadi kunci dalam pembelajaran,” tambahnya.
Dalam setiap sesi bimtek yang digelar dua hari per pekan, para guru dibekali materi terkait pengembangan diri, termasuk cara menghargai dan membangun kepercayaan diri sebagai pendidik.
Menurut Safa, hal ini penting mengingat guru harus berhadapan dengan siswa yang memiliki latar belakang dan karakter yang beragam.
“Kepercayaan diri guru akan memengaruhi cara berpikir dan cara menyampaikan materi. Ini penting untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan efektif,” jelasnya.
Melalui program ini, Disdikbud berharap para guru di Bontang mampu menghadirkan metode pembelajaran yang lebih adaptif, humanis, serta berorientasi pada pembentukan karakter siswa secara menyeluruh.
