BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, bakal mengubah sistem kerja sama pelaksanaan sosialisasi dan simulasi kesiapsiagaan bencana di sekolah.
Jika sebelumnya dilakukan melalui nota kesalahaman (MoU) dengan masing-masing sekolah, kali ini BPBD Bontang menyiapkan kerja sama langsung dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang.
Kepala BPBD Bontang, Usman melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Kasful Anwar menyampaikan, program kebencanaan tahun ini bisa menjangkau seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bontang melalui satu pintu.
Kata dia, selama ini kerja dama dilakukan terpisah ke sekolah-sekolah. Sehingga, belum sepenuhnya satuan pendidikan dapat mengikuti program sosialisasi dan simulasi kebencanaan.
“Artinya sistemnya yang kita ubah, sebelumnya dilakukan dari sekolah ke sekolah, sekarang kita langsung ke Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Kata Kasful, nantinya jika MoU sudah ditandatangani, seluruh SD dan SMP se-Kota Bontang akan terlampir dalam kerja sama tersebut.
Pun rencana ini sudah dikomunikasikan dengan Disdikbud. BPBD Bontang, akan lebih dahulu menyusun draf kerja sama sebelum diserahkan kepada Disdikbud untuk dibahas bersama. Apabila seluruh isi draft disepakati, kedua instansi akan melanjutkan penandatanganan MoU secara simbolis.
“Setelah draftnya kita buat, kita sampaikan ke pihak Disdikbud, kalau memang sepakat langsung kita terbitkan MoU ini,” jelasnya.
Lanjutnya, setelah MoU berlaku, tim BPBD hanya perlu berkoordinasi secara teknis dengan masing-masing sekolah untuk menentukan jadwal pelaksanaan kegiatan, sehingga edukasi kebencanaan bisa dilakukan lebih merata seluruh sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Bontang.
“Tim kita tinggal komunikasi teknisnya kapan bisa laksanakan kegiatan sosialisasi dan simulasi kesiapsiagaan kebencanaan,” tutup Kasful.
