BONTANG – Kota Bontang meraih pemghargaan terbaik 1 tingkat nasional dalam ajang Apresiasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) 2026, kategori Desa/Kelurahan Ayah Teladan (DEKAT) Regional C.
Penghargaan tersebut diraih melalui Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Elai Sejahtera, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara.
Penghargaan diserahkan dalam rangkaian kegiatan GENTING Collaboration Summit 2026 yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni turut menghadiri kegiatan tersebut.
Kabid Keluarga Berencana, Ketahanan, dan Kesejahteraan Keluarga (KBK3), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bontang, Siti Slamet Mulyati mengatakan, capaian ini menjadi bukti bahwa upaya penguatan ketahanan keluarga di Bontang mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Menurutnya, Gerakan Ayah Teladan bukan sekadar mendorong ayah menjalankan peran sebagai pencari nafkah. Lebih dari itu, ayah juga memiliki tanggung jawab dalam mendidik, melindungi, mengasuh, serta membentuk karakter anak.
“Keterlibatan ayah secara fisik maupun emosional dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, pengasuhan tidak boleh hanya dibebankan kepada ibu, melainkan menjadi tanggung jawab bersama kedua orang tua,” ujarnya.
Lanjutnya, pencapaian ini tidak lepas dari berbagai inovasi Kampung KB Elai Sejahtera dalam mendorong keterlibatan ayah di lingkungan keluarga sehingga meraih predikat nasional. Mereka berinovasi dalam mendukung program GATI, seperti GEMAS atau Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah dan GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak).
Ada pula GEMA SUBUH, yakni gerakan edukasi dan melangkah bersama ayah melalui salat subuh berjamaah. Kemudian KOMPAK BERSINAR yang mengajak keluarga berolahraga, kerja bakti, serta melakukan gerakan bersih narkoba.
Inovasi lainnya adalah G 777, gerakan aktivitas selama tujuh menit pada pagi hari, sepulang kerja, dan malam hari.
“Inovasi ini berkaitan dengan penerapan 8 Fungsi Keluarganya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi,
fungsi ekonomi dan fungsi pembinaan lingkungan,” terangnya.
Pun, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembangunan keluarga berkualitas. Sebab, peran ayah tidak hanya sebatas pencari nafkah, tetapi juga pendidik, pelindung, dan pengasuh anak.
Ke depan, DP3AKB Bontang akan memperluas edukasi keterlibatan ayah melalui kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), serta Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
“Selain itu, kami akan memperkuat kolaborasi dengan TP PKK, Forum GenRe, sekolah, dan organisasi masyarakat agar Gerakan Ayah Teladan tidak berhenti pada seremoni penghargaan, tetapi diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari,” tutupnya.
