BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap Influenza A yang mulai terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia.
Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, menerangkan Influenza A Subclade K merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang juga telah menyiapkan langkah mitigasi setelah terbitnya Surat Edaran Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor PM.03.01/C/584/2026 tentang Penanggulangan Penyakit Influenza A (H3N2) Subclade K.
Melalui surat edaran tersebut, Dinkes diminta memperkuat sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat sebagai salah satu upaya mencegah penularan influenza.
Masyarakat juga diimbau kembali memperketat protokol kesehatan, terutama dengan menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menghindari kontak dekat ketika sedang mengalami gejala penyakit pernapasan.
Virus influenza dapat menular dari orang yang terinfeksi melalui droplet ketika berbicara, batuk, atau bersin.
Penularan juga dapat terjadi ketika seseorang menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata.
“Untuk saat ini, di Bontang belum ada indikasi kasus Influenza A. Kami juga terus melakukan pemantauan. Penyakit ini memiliki gejala yang mirip dengan flu, sedangkan penanganannya juga dilakukan sesuai dengan surat edaran,” ujar Toetoek Pribadi Ekowati.
Adapun gejala Influenza A antara lain flu yang tidak kunjung sembuh hingga sepekan. Penderita juga dapat mengalami demam dengan suhu tubuh mencapai 38–40 derajat Celsius.
Selain itu, penderita dapat mengalami nyeri otot yang membuat tubuh terasa berat, terutama pada bagian punggung, paha, dan lengan. Gejala tersebut juga dapat disertai sakit kepala yang intens.
Penderita juga dapat mengalami kelelahan ekstrem yang terasa lebih berat dibandingkan kelelahan biasa. Gejala lainnya berupa batuk kering yang disertai nyeri tenggorokan.
Dinkes meminta masyarakat yang mengalami gejala tersebut segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Dokter akan melakukan observasi terhadap kondisi pasien. Jika diperlukan, petugas kesehatan dapat mengambil sampel untuk mengetahui jenis virus yang menginfeksi pasien.
“Influenza A ini juga rentan diderita lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” sambungnya.
Dinkes mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala penyakit pernapasan. Penerapan PHBS dan protokol kesehatan secara konsisten diharapkan dapat membantu menekan risiko penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
