BONTANG – SDN 002 Bontang Utara menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gangguan jaringan saat Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan menyediakan WiFi cadangan berbasis ponsel.
Plt Kepala SDN 002 Bontang Utara, Winarni Rinaningtias, mengungkapkan bahwa strategi ini dilakukan setelah evaluasi simulasi TKA sebelumnya yang sempat mengalami kendala jaringan internet. Penggunaan ponsel sebagai hotspot dinilai lebih stabil dan efektif untuk mendukung kelancaran ujian berbasis digital.
“Dalam satu HP bisa digunakan untuk empat laptop. Saat simulasi sempat terkendala, tapi setelah dicoba pakai HP, alhamdulillah lancar,” ujarnya, Selasa (14/04/2026).
Dalam pelaksanaannya, setiap rombongan belajar (rombel) akan difasilitasi empat unit ponsel sebagai sumber jaringan cadangan. Dengan dua rombel dalam satu sesi, total delapan ponsel disiapkan oleh panitia sekolah.
Winarni memastikan seluruh perangkat tersebut disediakan internal sekolah tanpa melibatkan orang tua siswa. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan TKA tetap terkendali dan tidak membebani wali murid.
Selain kesiapan jaringan, sekolah juga memastikan ketersediaan perangkat ujian. Dari total 32 peserta dalam satu sesi, SDN 002 Bontang Utara menyiapkan 30 unit Chromebook bantuan dari dinas, serta menambah dua unit laptop milik guru untuk menutup kekurangan.
Tak hanya itu, perangkat tambahan untuk operator dan pengawas juga telah disiapkan guna mendukung kelancaran pelaksanaan ujian.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, pihak sekolah optimistis pelaksanaan TKA 2026 dapat berjalan lancar tanpa hambatan teknis yang berarti, sekaligus memastikan seluruh siswa dapat mengikuti ujian dengan optimal.
