Pelaku Pemukulan Imam Masjid di Bontang Tak Ditahan, Dirujuk ke RSJ Samarinda

Redaksi Wy
3 Min Read
BONTANG – Pelaku pemukulan imam Masjid Al-Muhajirin di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Tanjung Laut, Bontang Selatan, saat salat Subuh berjemaah pada Jumat (23/10/2026) tidak ditahan polisi. Pelaku berinisial KA (31) diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan kini dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis di Samarinda.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang, Edy Foreswanto, mengatakan identitas pelaku telah diketahui setelah petugas melakukan penelusuran dan menghubungi pihak keluarga.

 

Dari hasil koordinasi tersebut, keluarga membenarkan bahwa KA memiliki masalah kejiwaan. Pelaku diketahui merupakan warga Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang.

 

Setelah penanganan awal, KA dibawa ke RSUD Taman Husada Bontang. Selanjutnya, ia mendapatkan rujukan untuk menjalani perawatan di rumah sakit jiwa di Samarinda.

 

“Sudah ditangani. Setelah ditelusuri, memang KA ini ODGJ. Sedang dirujuk ke Samarinda,” ucap Edy.

 

Edy menegaskan, penanganan terhadap pelaku dilakukan sesuai prosedur dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan yang bersangkutan.

 

Pihak keluarga juga telah menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Mereka menyebut tindakan KA berlangsung di luar pengawasan keluarga.

Baca Juga:  SDN 005 Bontang Selatan Batasi Penerimaan Siswa Baru 2026, Hanya Buka Dua Rombel

 

“Kami tangani sesuai prosedur dan dia harus dirujuk,” tuturnya.

 

Sebelumnya, imam Masjid Al-Muhajirin di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Tanjung Laut, Bontang Selatan, diserang orang tidak dikenal (OTK) saat hendak memulai salat Subuh berjemaah pada Jumat (23/10/2026).

 

Berdasarkan keterangan salah seorang jemaah, insiden tersebut berlangsung cepat. Ketika imam baru memulai takbir pertama, seorang pria yang berada di barisan terdepan tiba-tiba menyerang dan memukulnya.

 

Jemaah yang berada di lokasi langsung bereaksi. Sebagian berusaha menyelamatkan imam, sementara jemaah lainnya mengamankan pelaku yang sempat berusaha melarikan diri.

 

Setelah berhasil diamankan, pria tersebut dibawa untuk menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

 

Peristiwa itu kemudian menjadi perbincangan di media sosial. Foto pria yang diamankan bahkan tersebar melalui sejumlah grup percakapan WhatsApp.

 

Kapolres Bontang AKBP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu melalui Kapolsek Bontang Selatan Iptu Hadi Ismoyo sebelumnya membenarkan adanya peristiwa penyerangan terhadap imam masjid tersebut.

 

Saat memberikan keterangan awal kepada awak media, Hadi menyebut pelaku telah dibawa ke Polres Bontang untuk menjalani pemeriksaan.

Baca Juga:  RSUD Taman Husada Bontang Gaungkan Semangat Sehat Lewat Lomba Video Pendek

 

Ketika itu, polisi masih berupaya memastikan identitas dan latar belakang pelaku. Informasi awal yang diterima menyebutkan bahwa pelaku tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP), sementara keberadaan keluarganya masih ditelusuri.

 

Polisi juga berencana memeriksa kondisi kesehatan pelaku, termasuk kondisi kejiwaannya, melalui pemeriksaan medis.

 

“Informasi sementara dia orang dengan gangguan jiwa. Tapi harus ada keterangan medisnya. Mau dibawa ke RSUD,” ucap Iptu Ismoyo.

 

Perkembangan selanjutnya, berdasarkan keterangan Satpol PP Bontang, keluarga telah dihubungi dan pelaku dirujuk untuk menjalani perawatan medis di Samarinda.

 

Penanganan medis tersebut menjadi tindak lanjut atas informasi mengenai kondisi kejiwaan KA setelah insiden pemukulan imam Masjid Al-Muhajirin.

 

Sementara itu, informasi mengenai kondisi terkini imam yang menjadi korban serta hasil pemeriksaan medis pelaku masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.

Share This Article