BONTANG – SDN 005 Bontang Selatan memastikan hanya membuka dua rombongan belajar (rombel) dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Pendaftaran jalur domisili dan afirmasi dijadwalkan mulai dibuka pada Senin, 18 Mei 2026 mendatang sesuai tahapan penerimaan siswa baru yang ditetapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang.
Kepala SDN 005 Bontang Selatan, Umi Syafarotun mengatakan, jumlah penerimaan murid baru tahun ini disesuaikan dengan kapasitas sekolah serta jumlah rombongan belajar yang telah lulus.
“SPMB bulan ini menyesuaikan dengan rombel yang keluar untuk menyesuaikan dengan kapasitas kemampuan kami. Kemampuan kami dua kelas. Sama dengan yang keluar juga memang dua kelas,” ungkapnya.
Menurut Umi, setiap rombongan belajar maksimal hanya dapat diisi sebanyak 32 siswa sesuai petunjuk teknis (juknis) Disdikbud Bontang. Sekolah tidak diperbolehkan menerima siswa melebihi kapasitas yang telah ditentukan.
Ia menjelaskan, apabila jumlah siswa dalam satu kelas melampaui batas maksimal, maka data peserta didik berpotensi tidak terbaca dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Satu kelas masing-masing 32 maksimal, tidak boleh lebih. Tapi kalau kurang dari 32 bisa,” jelasnya.
Selain mengikuti aturan kapasitas kelas, pembatasan jumlah siswa juga mempertimbangkan ketersediaan tenaga pengajar di sekolah.
Saat ini, SDN 005 Bontang Selatan dinilai hanya memiliki jumlah guru yang cukup untuk menangani dua rombel. Jika dilakukan penambahan kelas, sekolah dikhawatirkan akan mengalami kendala dalam pengelolaan tenaga pendidik.
“Dapodik yang guru pasti bermasalah juga kalau nambah, karena gurunya juga tidak ada,” terangnya.
Kebijakan pembatasan rombel tersebut sejalan dengan upaya Disdikbud Bontang dalam menyesuaikan jumlah penerimaan siswa dengan kapasitas sekolah, sekaligus menjaga kualitas proses belajar mengajar di lingkungan pendidikan dasar.
Pelaksanaan SPMB 2026 di Kota Bontang sendiri menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait kuota sekolah negeri, pemerataan siswa, hingga keberlangsungan sekolah swasta di tengah tingginya minat pendaftaran peserta didik baru.
