BONTANG – SPNF SKB Bontang menghadirkan program kelas mandiri dalam pendidikan kesetaraan guna memberikan fleksibilitas bagi warga belajar.
Pelaksana Tugas Kepala SKB Bontang, Hairul Saleh, menjelaskan bahwa dalam skema ini, pertemuan tatap muka hanya berlangsung selama empat minggu dalam satu semester.
Pembelajaran menerapkan sistem hybrid, yakni kombinasi luring dan daring. Untuk kegiatan jarak jauh, peserta memanfaatkan aplikasi WhatsApp sebagai media utama dalam menerima materi dan mengumpulkan tugas.
Hairul merinci, jadwal tatap muka dilakukan pada awal semester, pertengahan, akhir, serta satu minggu khusus untuk ujian. Di luar itu, peserta menjalani pembelajaran secara mandiri.
Menurutnya, konsep ini dirancang untuk mendorong kemandirian belajar, terutama bagi peserta dewasa. Sesi tatap muka lebih difokuskan sebagai ruang diskusi dan klarifikasi materi yang belum dipahami selama belajar mandiri.
Selain itu, program ini juga disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Bagi usia sekolah diarahkan untuk melanjutkan ke pendidikan formal, sementara peserta dewasa difokuskan pada pemenuhan ijazah dan peningkatan kompetensi.
Dengan jadwal yang fleksibel, termasuk opsi belajar pada malam hari, SKB Bontang berharap semakin banyak masyarakat dapat mengakses pendidikan tanpa terkendala waktu.
“Sekarang tidak ada lagi alasan untuk tidak sekolah, karena semuanya sudah difasilitasi,” tutupnya.
