BONTANG – Rencana pembangunan jalan tol Samarinda-Bontang kembali menguat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memasukkan proyek ini sebagai program prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dengan target mulai berjalan pada 2028.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Yusliando, menyebutkan proyek tol Samarinda-Bontang kini masuk dalam agenda strategis daerah.
“Targetnya di 2028 mendatang. Masuk dalam program prioritas,” ujarnya.
Saat ini, Pemprov Kaltim tengah menyusun dokumen perencanaan, termasuk persiapan pembebasan lahan. Untuk merealisasikan megaproyek ini, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp15 triliun.
Mengacu pada data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), proyek pembangunan jalan tol sepanjang 94 kilometer ini memiliki nilai investasi sekitar Rp10,7 triliun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Proyek ini berada di bawah tanggung jawab Kementerian PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Sebelumnya, proyek ini direncanakan mulai konstruksi pada 2021 dan beroperasi pada 2023.
Namun dalam perjalanannya, proyek tersebut sempat terhenti dan tidak lagi masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak 2022.
Berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 9 Tahun 2022, proyek tol Samarinda-Bontang tidak lagi tercantum dalam daftar PSN di Kalimantan Timur.
Padahal sebelumnya, proyek ini sempat masuk dalam Permenko Nomor 7 Tahun 2021 sebagai bagian dari sektor jalan dan jembatan.
Sejumlah tahapan perencanaan sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Berdasarkan data LPSE Kementerian PUPR, terdapat beberapa kegiatan lelang jasa konsultasi yang telah dilaksanakan.
Di antaranya:
- Kajian ulang studi kelayakan (2020) senilai Rp5,15 miliar
- Penyusunan Amdal dan dokumen pengadaan tanah (2021) Rp3,78 miliar
- Penyusunan Andalalin dan finalisasi izin lingkungan (2022) Rp2,16 miliar
Bahkan, perencanaan awal proyek tol ini telah disusun sejak 2013 dengan panjang mencapai 94 kilometer dan nilai investasi sekitar Rp11 triliun.
Dalam rencana awal, jalan tol Samarinda-Bontang akan terbagi menjadi empat seksi dan melintasi sejumlah wilayah strategis.
Rute tersebut mencakup wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara seperti Kecamatan Anggana, Muara Badak, dan Marangkayu. Kemudian masuk ke Kota Bontang melalui Kecamatan Bontang Selatan, serta sebagian wilayah Kutai Timur di Kecamatan Teluk Pandan.
Namun, proyek ini sempat menghadapi kendala, termasuk trase yang melewati kawasan hutan lindung dan permukiman warga.
Dengan kembali masuknya tol Samarinda-Bontang dalam program prioritas Kaltim, proyek ini diharapkan dapat mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Kalimantan Timur, meski masih menghadapi berbagai tantangan teknis dan pendanaan.
