Wali Kota Bontang Neni Moernaeni Apresiasi Mabes TNI yang Terjunkan Tim untuk Latih Pencegahan Karhutla

Redaksi Wy
4 Min Read

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengapresiasi langkah Mabes Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menerjunkan tujuh perwira menengah berpangkat kolonel ke Bontang, Kalimantan Timur, untuk memperkuat pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Ketujuh kolonel tersebut berada di Bontang selama sepekan dengan misi memberikan pelatihan sekaligus memperkuat kemampuan Satgas Karhutla dalam melakukan mitigasi, pencegahan, hingga penanganan kebakaran.

Rombongan dipimpin Kolonel Infanteri Toni Sri Hartanto. Ia didampingi Kolonel Infanteri Muhammad Erfani, Kolonel Marinir Faric, Kolonel Kal Edwin Hutabarat, Kolonel Laut (H) Imam Soedjono, Kolonel Kum I Ketut Marsa, dan Kolonel Laut Rizaldi.

Neni mengatakan, kehadiran tim Mabes TNI menjadi pembelajaran penting bagi Satgas Karhutla Bontang, khususnya dalam memperkuat sistem pencegahan dan pengawasan di lapangan.

“Keberadaan tim Mabes TNI ini tentu memberikan pembelajaran kepada tim kita, baik dari sisi pencegahan, penanganan, maupun pengawasan,” ujar Neni.

Menurutnya, upaya pencegahan Karhutla harus dilakukan secara bersama-sama. Terlebih Bontang merupakan salah satu wilayah yang memiliki objek vital nasional sehingga keamanan dan kondisi lingkungan perlu mendapat perhatian serius.

Baca Juga:  Polisi Bontang Tak Larang Bendera One Piece Berkibar, Tapi Ada Batasnya

Neni juga meminta Satgas Karhutla tidak hanya fokus pada pemadaman ketika kebakaran terjadi. Upaya investigasi terhadap penyebab kebakaran juga dinilai penting, termasuk mencari pelaku apabila ditemukan adanya pembakaran lahan secara sengaja.

“Saya minta tim penegak hukum untuk melakukan investigasi. Mencegah Karhutla sama saja menjaga daerah untuk masa depan anak dan cucu,” tegasnya.

Sementara itu, Kolonel Infanteri Toni Sri Hartanto mengatakan, tim Mabes TNI diterjunkan secara khusus untuk membantu membentuk dan melatih Satgas Karhutla Kota Bontang.

Ia menjelaskan, Karhutla merupakan ancaman serius yang dapat berdampak terhadap keselamatan jiwa, kelestarian ekosistem, hingga stabilitas ekonomi.

Selain itu, pemahaman mengenai segitiga api yang terdiri dari bahan bakar, sumber panas, dan oksigen juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran. Faktor manusia, kata dia, masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kebakaran.

“Kami hadir untuk memastikan kondisi keamanan Bontang dari ancaman Karhutla bisa diminimalisir. Potensi pencegahan juga kami lakukan,” ucap Toni.

Sebagai bagian dari penguatan penanganan Karhutla, Satgas juga telah meresmikan posko terpadu di Bontang Lestari. Posko tersebut diisi sekitar 72 personel setiap hari yang terbagi dalam tiga shift.

Baca Juga:  Kecamatan Bontang Barat Punya Sistem Informasi Pinjam Pakai Berbayar untuk Masyarakat

Personel yang bertugas berasal dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, relawan, hingga perusahaan yang berada di Bontang.

“Ancaman Karhutla tidak bisa dianggap remeh. Kita harus memperkuat pencegahannya,” sambung Toni.

Berdasarkan catatan Klik Kaltim, hingga pertengahan Agustus 2026 setidaknya terdapat 26 kejadian Karhutla dengan luasan lahan terbakar mencapai 25 hektare.

Karhutla paling banyak terjadi di Kecamatan Bontang Selatan dengan 13 kejadian dan luasan lahan mencapai 13 hektare. Kemudian Bontang Barat dengan 9 kejadian dan luasan lahan terbakar sekitar 6 hektare.

Sementara di Kecamatan Bontang Utara tercatat 4 kejadian dengan luasan lahan terbakar mencapai 4 hektare.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang hanya mencatat 8 kejadian Karhutla dengan total luasan lahan terbakar kurang dari 10 hektare.

Pemkot Bontang berharap kehadiran tim Mabes TNI dapat memperkuat kapasitas Satgas Karhutla sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh pihak untuk mengedepankan pencegahan.

Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, relawan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar Karhutla dapat dicegah sejak dini dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Share This Article