BONTANG – Seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bontang menghentikan sementara operasional selama masa libur sekolah. Kebijakan tersebut membuat anggaran Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk sementara tidak terserap hingga diperkirakan mencapai 21,1 miliar rupiah.
Berdasarkan data yang dihimpun, saat ini terdapat 22 dapur SPPG yang beroperasi di Bontang. Masing-masing dapur memiliki rata-rata perputaran anggaran sekitar Rp30 juta per hari atau sekitar Rp900 juta setiap bulan.
Dengan masa libur sekolah selama 16 hari, total anggaran MBG yang tidak digunakan diperkirakan mencapai sekitar Rp21,1 miliar.
Penghentian sementara operasional tersebut mengacu pada Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 tentang penyesuaian operasional SPPG selama periode hari libur yang diterbitkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala SPPG Bontang Utara 5, Frans, mengatakan dapur yang dipimpinnya telah menghentikan seluruh aktivitas sejak surat edaran tersebut diberlakukan. Seluruh relawan maupun pegawai untuk sementara diliburkan hingga kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung.
“Kami ikuti instruksi saja mas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan salah seorang pemilik SPPG di Bontang Barat yang enggan disebutkan namanya. Ia memastikan operasional dapurnya juga dihentikan sementara sesuai ketentuan dari Badan Gizi Nasional.
“Mau tidak mau kami harus berhenti sementara karena anak-anak libur sekolah,” katanya.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Regional SPPG Bontang, Surya Dwi Saputra, belum mendapatkan tanggapan.
Sebelumnya, Surya menyebut rata-rata perputaran anggaran Program Makanan Bergizi Gratis di Bontang mencapai sekitar Rp900 juta per bulan untuk setiap dapur. Nilai tersebut sudah mencakup seluruh biaya operasional, mulai dari gaji pegawai, pembelian bahan baku, hingga biaya listrik dan air.
“Rata-rata sekitar Rp900 juta. Itu sudah termasuk seluruh biaya operasional seperti gaji, bahan baku, listrik, dan air,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
