Varian Covid-19 PQ.16.1.1 Melonjak di Singapura, WHO Tetapkan sebagai Varian dalam Pemantauan

Mukti Ali
4 Min Read

JAKARTA — Kasus Covid-19 varian PQ.16.1.1 dilaporkan meningkat tajam di Singapura. Varian yang merupakan turunan dari galur NB.1.8.1 tersebut kini menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena proporsinya terus meningkat, terutama di kawasan Pasifik Barat.

 

WHO menetapkan PQ.16.1.1 sebagai Variant Under Monitoring (VUM) atau varian dalam pemantauan sejak 27 Juli 2026. Penetapan tersebut dilakukan setelah WHO melihat adanya peningkatan proporsi varian tersebut dalam data sekuens Covid-19 yang dilaporkan secara global.

 

Dalam laporan evaluasi risiko yang dirilis Technical Advisory Group on Virus Evolution (TAG-VE) WHO pada 21 Juli 2026, peningkatan PQ.16.1.1 paling menonjol terjadi di Singapura.

 

Apa Itu Varian Covid-19 PQ.16.1.1?

 

PQ.16.1.1 merupakan salah satu turunan dari NB.1.8.1, yang sebelumnya berasal dari garis keturunan Omicron JN.1.

 

Sekuens PQ.16.1.1 paling awal yang tercatat dikumpulkan pada 25 Maret 2026. Dibandingkan dengan NB.1.8.1, varian ini memiliki sejumlah mutasi tambahan pada protein Spike, antara lain D253G, N417T, D420N, dan I478T.

Baca Juga:  Rekomendasi Villa Bontang Kuala, Lengkap dengan Nomor Telepon: Cocok untuk Liburan Keluarga

 

Selain itu, terdapat mutasi pada protein Nukleokapsid, yakni T135I, serta mutasi pada ORF8 berupa G8E.

 

WHO memasukkan PQ.16.1.1 sebagai salah satu dari tujuh varian yang saat ini berada dalam pemantauan.

 

Meski mengalami peningkatan penyebaran, WHO menilai risiko kesehatan masyarakat tambahan akibat PQ.16.1.1 masih rendah secara global berdasarkan bukti yang tersedia.

 

Namun, profil mutasinya disebut berpotensi memberikan kemampuan tambahan bagi virus untuk menghindari sistem kekebalan tubuh. Kendati demikian, bukti langsung mengenai dampak fenotipe tersebut masih terbatas.

 

Ratusan Sekuens PQ.16.1.1 Terdeteksi

 

Berdasarkan data yang dikumpulkan hingga 8 Juli 2026, sebanyak 457 sekuens PQ.16.1.1 telah dilaporkan ke basis data global GISAID dari delapan negara.

 

Sebagian besar berasal dari kawasan Pasifik Barat. Dari total tersebut, 438 sekuens atau 95,8 persen berasal dari kawasan tersebut.

 

Singapura menjadi negara dengan laporan terbanyak, yakni 388 sekuens atau sekitar 84,9 persen dari total sekuens PQ.16.1.1 secara global.

 

Sementara itu, laporan lainnya berasal dari Hong Kong sebanyak 34 sekuens, Australia 10, Amerika Serikat 10, Kanada 8, Korea Selatan 5, Prancis 1, dan Taiwan 1.

Baca Juga:  Selfi LIDA Hipnotis Ribuan Warga Bontang di Malam Syukuran Pelantikan BPD-KKSS

 

Hingga data tersebut dikumpulkan, belum terdapat laporan sekuens PQ.16.1.1 dari kawasan Afrika maupun Mediterania Timur.

 

Proporsi Varian Melonjak di Singapura

 

Peningkatan PQ.16.1.1 juga terlihat dari proporsinya terhadap seluruh sekuens Covid-19 yang tersedia.

 

Secara global, proporsi varian ini meningkat dari 2,7 persen pada pekan epidemiologi ke-18 menjadi 29,6 persen pada pekan ke-25 tahun 2026.

 

Di kawasan Pasifik Barat, peningkatannya bahkan lebih tinggi, yakni dari 5,4 persen menjadi 39,3 persen dalam periode yang sama.

 

Kondisi paling mencolok terjadi di Singapura. Proporsi PQ.16.1.1 meningkat dari 12,6 persen pada pekan ke-18 menjadi 55,1 persen pada pekan ke-25.

 

Artinya, lebih dari separuh sampel Covid-19 yang menjalani proses sekuensing di Singapura pada periode tersebut merupakan varian PQ.16.1.1.

 

Positivitas Covid-19 di Singapura Sempat Meningkat

 

WHO juga mencatat peningkatan tingkat positivitas tes Covid-19 di Singapura.

 

Angka positivitas tercatat naik dari 6,5 persen pada pekan epidemiologi ke-16, kemudian mencapai puncak 19,8 persen pada pekan ke-19, sebelum kembali mengalami penurunan hingga pekan ke-25.

Baca Juga:  5 Tren Gaya Hidup Gen Z di 2026, Work-Life Balance hingga Digital Detox Makin Populer

 

Menurut WHO, waktu dan besarnya peningkatan kasus tersebut masih konsisten dengan pola musiman yang sebelumnya terlihat pada 2024 dan 2025.

 

Meski demikian, periode dengan tingkat positivitas tinggi kali ini berlangsung lebih singkat. WHO juga mencatat penurunan terjadi lebih cepat dibandingkan periode serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

 

Dengan statusnya sebagai Variant Under Monitoring, PQ.16.1.1 masih terus dipantau oleh WHO untuk melihat perkembangan penyebaran, karakteristik virus, serta potensi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

 

Untuk saat ini, WHO menegaskan bahwa berdasarkan bukti yang tersedia, risiko tambahan terhadap kesehatan masyarakat secara global masih dinilai rendah.

Share This Article