Bangun Pagi Lebih Segar, Ini 4 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Dicoba

Mukti Ali
4 Min Read

JAKARTA – Mengawali pagi dengan tubuh segar dan pikiran positif tidak selalu mudah, terutama bagi orang yang terbiasa tidur larut atau kesulitan bangun pagi. Namun, sejumlah kebiasaan sederhana dapat membantu tubuh lebih siap menjalani aktivitas sejak bangun tidur.

Seperti dikutip dari The New York Times, para pakar membagikan beberapa cara yang dapat diterapkan untuk membuat rutinitas pagi terasa lebih ringan dan menyenangkan. Kebiasaan tersebut bahkan bisa dimulai sejak malam sebelumnya.

1. Siapkan Kebutuhan Sejak Malam

Penulis buku Time Management Essentials, Anna Dearmon Kornick, mengatakan pagi yang baik sebenarnya dimulai sejak malam hari. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah sleep hygiene atau kebiasaan tidur sehat.

Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari, dengan toleransi sekitar 30 menit. Jadwal tidur yang konsisten dapat membantu menjaga kualitas tidur sekaligus mendukung kesehatan mental, kesehatan jantung, dan fungsi kognitif.

Baca Juga:  Anak Suka Makan Ingus? Ini Alasan, Risiko, dan Cara Orangtua Mengatasinya

Selain mengatur waktu tidur, persiapkan berbagai kebutuhan pada malam sebelumnya. Misalnya, menyiapkan pakaian, memasukkan barang ke dalam tas, atau meletakkan perlengkapan kerja di dekat pintu. Cara sederhana ini dapat mengurangi rasa terburu-buru dan stres ketika pagi tiba.

2. Bangun dengan Pola Pikir Positif

Suasana hati pada pagi hari juga dapat dipengaruhi oleh apa yang pertama kali dipikirkan setelah membuka mata. Psikolog klinis Deepika Chopra menyarankan untuk membayangkan sesuatu yang menyenangkan sebelum benar-benar beranjak dari tempat tidur.

Hal sederhana seperti membayangkan nikmatnya tegukan teh pertama, bertemu orang yang disayangi, atau menikmati mandi air hangat dapat membantu membangun suasana hati yang lebih positif.

Dalam ilmu saraf, proses tersebut dikenal sebagai prospeksi, yakni kemampuan otak untuk membayangkan atau mengalami masa depan sebelum hal itu benar-benar terjadi. Visualisasi singkat mengenai pengalaman menyenangkan dapat membantu memunculkan optimisme dan motivasi untuk memulai aktivitas.

3. Bergerak dan Dapatkan Cahaya Pagi

Tubuh juga membutuhkan aktivitas fisik dan paparan cahaya setelah bangun tidur. Melakukan gerakan ringan selama beberapa menit dapat membantu meningkatkan suasana hati serta mendukung kewaspadaan dan motivasi.

Baca Juga:  Anak Suka Berkata Kasar? Ini Langkah yang Bisa Dilakukan Orangtua

Tidak perlu melakukan olahraga berat. Peregangan singkat di kamar atau berjalan sebentar ke teras sudah dapat menjadi awal yang baik.

Direktur Center for Circadian and Sleep Medicine di Northwestern University Feinberg School of Medicine, Phyllis Zee, menyarankan mendapatkan setidaknya 20 menit paparan cahaya pagi yang terang. Cahaya tersebut membantu memberi sinyal kepada tubuh bahwa hari telah dimulai sehingga seseorang lebih mudah merasa terjaga.

4. Luangkan Waktu untuk Berhenti Sejenak

Rutinitas pagi yang terburu-buru dapat membuat seseorang langsung merasa stres setelah bangun tidur. Karena itu, Direktur U.C.L.A. Mindful di U.C.L.A. Health, Diana Winston, menyarankan praktik jeda singkat sebelum mulai menjalankan berbagai aktivitas.

Jeda tersebut tidak perlu lama. Cukup sekitar lima detik untuk berhenti sejenak dan benar-benar menikmati momen tanpa memikirkan apa yang harus dilakukan berikutnya.

Misalnya, menikmati secangkir teh sambil melihat suasana pagi, duduk di teras sambil memperhatikan burung, atau sekadar menarik napas dan menyadari keadaan sekitar.

Setelah pikiran terasa lebih tenang, aktivitas pagi dapat dilanjutkan dengan lebih teratur. Dengan menerapkan kebiasaan sederhana tersebut secara konsisten, bangun pagi tidak harus selalu terasa berat dan terburu-buru. Sebaliknya, pagi dapat menjadi waktu untuk membangun energi, suasana hati, dan kesiapan sebelum menjalani aktivitas sepanjang hari.

Share This Article