Waspada Diabetes pada Anak, Kenali Gejala dan Cara Penanganannya

Mukti Ali
5 Min Read

JAKARTA – Diabetes tidak hanya dapat dialami orang dewasa. Anak-anak juga bisa mengalami diabetes, sehingga orangtua perlu mengenali berbagai tanda dan perubahan kondisi tubuh sejak dini.
Ketua Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia (PEDI), dr. Ida Ayu Made Kshanti, Sp.PD-KEMD, menjelaskan bahwa secara umum diabetes pada anak terbagi menjadi dua jenis, yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 1 terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang cukup. Sementara itu, pada diabetes tipe 2, tubuh masih dapat menghasilkan insulin, tetapi kemampuan tubuh dalam merespons insulin mengalami penurunan.
Menurut dr. Ida, diabetes tipe 2 pada anak kini semakin banyak ditemukan. Salah satu faktor yang paling sering berkaitan dengan kondisi tersebut adalah kelebihan berat badan atau obesitas.
Gejala Diabetes pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Orangtua perlu memperhatikan perubahan yang terjadi pada anak, terutama jika perubahan tersebut muncul secara tiba-tiba atau berbeda dari kebiasaan sehari-hari.
1. Anak Sering Haus dan Buang Air Kecil
Salah satu gejala diabetes pada anak yang perlu diperhatikan adalah meningkatnya rasa haus dan frekuensi buang air kecil.
Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan tubuh mengeluarkan lebih banyak glukosa melalui urine. Kondisi tersebut membuat anak lebih sering buang air kecil dan kehilangan cairan sehingga tubuh memberikan sinyal berupa rasa haus.
Perubahan ini terkadang terlihat sederhana. Misalnya, anak yang sebelumnya tidak pernah terbangun pada malam hari tiba-tiba harus beberapa kali pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Anak juga mungkin menjadi lebih sering meminta minum atau lebih cepat menghabiskan botol minum dibandingkan biasanya.
2. Nafsu Makan Meningkat
Gejala diabetes pada anak berikutnya adalah nafsu makan yang meningkat.
Anak yang tiba-tiba makan lebih banyak dari biasanya perlu mendapat perhatian dari orangtua. Terlebih jika perubahan pola makan tersebut berlangsung terus-menerus.
Orangtua memang kerap menganggap anak yang lahap makan sebagai tanda bahwa anak sedang sehat dan mengalami pertumbuhan yang baik. Namun, perubahan nafsu makan secara drastis perlu diperhatikan, terutama apabila disertai kelebihan berat badan atau obesitas serta adanya riwayat diabetes dalam keluarga.
3. Berat Badan Menurun
Hal lain yang perlu diwaspadai adalah berat badan anak yang turun tanpa penyebab yang jelas.
Penurunan berat badan menjadi lebih mencurigakan apabila anak justru makan lebih banyak dari biasanya, tetapi berat badannya terus berkurang.
Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda diabetes dan sebaiknya tidak dianggap sebagai perubahan biasa, terutama jika tidak disertai peningkatan aktivitas fisik atau olahraga yang signifikan.
4. Anak Mudah Lelah dan Kurang Bersemangat
Diabetes pada anak juga dapat ditandai dengan perubahan energi dan perilaku.
Anak yang biasanya aktif dapat terlihat lebih cepat lelah, kurang bersemangat, atau menunjukkan perubahan perilaku yang tidak biasa.
Perubahan kecil seperti ini sering kali luput dari perhatian karena dianggap sebagai kelelahan biasa. Padahal, jika terjadi bersamaan dengan gejala lain seperti sering haus, sering buang air kecil, nafsu makan meningkat, atau berat badan menurun, kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.
Bagaimana Penanganan Diabetes pada Anak?
Penanganan diabetes pada anak bergantung pada jenis diabetes yang dialami.
Pada diabetes tipe 1, insulin menjadi terapi utama karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin secara memadai. Terapi insulin perlu diberikan dalam jangka panjang. Anak juga membutuhkan pemantauan kondisi gula darah serta edukasi mengenai pola makan dan penggunaan insulin.
Orangtua memiliki peran penting dalam proses tersebut. Mereka perlu memahami kebutuhan kalori anak, pemberian insulin, serta mengenali perubahan kondisi yang mungkin terjadi.
Sementara itu, penanganan diabetes tipe 2 pada anak umumnya dimulai dengan perubahan gaya hidup. Pengaturan berat badan, pola makan yang lebih sehat, serta peningkatan aktivitas fisik menjadi bagian penting dalam pengelolaan kondisi tersebut.
Dalam kondisi tertentu, dokter juga dapat memberikan obat sesuai usia, kondisi kesehatan, dan kebutuhan masing-masing anak.
Perubahan gaya hidup tersebut sebaiknya tidak dilakukan hanya dalam waktu singkat. Menurut dr. Ida, pola hidup sehat perlu diterapkan secara berkelanjutan agar dapat membantu menjaga kondisi anak dalam jangka panjang.
Jangan Abaikan Perubahan pada Anak
Mengenali gejala diabetes pada anak sejak dini penting dilakukan agar pemeriksaan dan penanganan dapat diberikan sesegera mungkin.
Orangtua sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa anak mengalami diabetes hanya berdasarkan satu gejala. Namun, apabila terdapat beberapa perubahan sekaligus, seperti sering haus, sering buang air kecil, makan lebih banyak, berat badan turun, dan mudah lelah, orangtua dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat.
Dengan mengenali tanda-tanda tersebut sejak awal, diabetes pada anak dapat ditangani dengan lebih baik dan risiko komplikasi jangka panjang dapat diminimalkan.

Share This Article