Perubahan suasana hati pada pria terkadang muncul tanpa disadari. Seseorang yang biasanya tenang dapat menjadi lebih sensitif, mudah tersinggung, cepat marah, kehilangan motivasi, hingga merasa lebih mudah lelah dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut salah satunya kerap dikaitkan dengan istilah Irritable Male Syndrome (IMS). Istilah ini digunakan untuk menggambarkan perubahan emosional dan perilaku yang dapat berhubungan dengan perubahan hormon pada pria, terutama ketika kadar testosteron mengalami penurunan.
Namun, IMS bukan merupakan diagnosis medis resmi. Berbagai kondisi lain, seperti stres, kurang tidur, pola makan yang buruk, penyakit tertentu, maupun faktor psikologis, juga dapat menimbulkan gejala yang serupa.
Gejala Irritable Male Syndrome pada Pria
IMS dapat dikaitkan dengan sejumlah perubahan emosional maupun fisik. Beberapa gejala yang sering disebut antara lain mudah marah, lebih sensitif, kehilangan motivasi, sulit berkonsentrasi, kelelahan, energi rendah, hingga penurunan libido.
Selain perubahan emosional, pria juga dapat mengalami perubahan fisik seperti berkurangnya ereksi spontan, penurunan massa dan kekuatan otot, peningkatan lemak tubuh terutama di bagian perut, serta gangguan tidur.
Perubahan kadar testosteron pada pria sendiri umumnya berlangsung secara bertahap. Kadar testosteron mencapai puncaknya pada akhir masa remaja hingga awal usia 20-an, kemudian relatif stabil pada usia 30-an dan dapat mulai mengalami penurunan seiring bertambahnya usia.
Tidak Selalu Disebabkan oleh Testosteron
Meski penurunan testosteron dapat menjadi salah satu faktor, perubahan emosi pada pria tidak otomatis berarti mengalami IMS atau kekurangan hormon testosteron.
Stres berkepanjangan, kurang tidur, pola makan yang tidak sehat, penyakit kronis, serta kondisi psikologis juga dapat memengaruhi suasana hati dan energi seseorang.
Karena itu, pria yang mengalami perubahan suasana hati, kelelahan, penurunan libido, atau perubahan fisik secara terus-menerus sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah testosteron.
Pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui penyebab sebenarnya. Dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan kadar testosteron melalui tes darah apabila terdapat gejala yang sesuai.
Gaya Hidup Berperan dalam Menjaga Kesehatan Pria
Menjaga pola makan, melakukan olahraga secara rutin, mendapatkan tidur yang cukup, serta mengelola stres merupakan bagian penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan hormon.
Dengan demikian, pria yang mudah marah atau mengalami perubahan suasana hati tidak selalu berarti mengalami Irritable Male Syndrome. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor sehingga diperlukan penilaian secara menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya.
