RADARKALTIM.CO — Paqparan abu vulkanik setelah erupsi gunung berapi tidak hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan mata. Partikel abu yang mengandung pecahan kaca, kristal, dan mineral vulkanik memiliki permukaan tajam dan bersifat abrasif.
Ketika masuk ke mata, partikel tersebut dapat menempel pada konjungtiva maupun kornea. Jika mata kemudian digosok atau dikucek, partikel tajam itu berisiko menggores permukaan kornea dan memperparah luka.
Dokter mata menjelaskan, mengucek mata saat terkena abu vulkanik justru dapat membuat partikel masuk lebih dalam dan memperluas area luka. Karena itu, masyarakat disarankan menghindari menyentuh atau menggosok mata dengan tangan.
Selain mengucek, meniup mata juga sebaiknya dihindari. Embusan dari mulut berpotensi membawa kuman ke mata yang sedang mengalami iritasi atau luka.
Cara Membersihkan Mata yang Terkena Abu Vulkanik
Langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah membilas mata menggunakan cairan saline atau air bersih yang mengalir.
Pembilasan dilakukan secara perlahan selama sekitar 15 menit tanpa menekan atau menggosok mata. Air yang mengalir membantu membawa partikel abu keluar dari permukaan mata sekaligus mengurangi risiko gesekan.
Tetes mata pelumas atau artificial tears juga dapat membantu menjaga permukaan mata tetap lembap dan mengurangi gesekan kelopak mata terhadap partikel yang masih tersisa.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak erupsi juga disarankan membawa cairan pelumas mata sebagai langkah pencegahan.
Namun, jika setelah pembilasan mata masih terasa mengganjal, nyeri, atau penglihatan menjadi kabur, segera periksakan diri ke dokter spesialis mata.
Jangan mencoba mengambil partikel yang menempel kuat menggunakan tisu, kapas, atau benda lainnya karena tindakan tersebut justru dapat memperparah trauma pada kornea.
Penanganan medis diperlukan untuk memastikan tidak ada partikel abu vulkanik yang masih tertanam di jaringan mata dan mencegah terjadinya komplikasi yang dapat mengganggu penglihatan.
