Dokter Sarankan Anak Eksplorasi Beragam Olahraga, Jangan Terlalu Cepat Kejar Prestasi

Mukti Ali
2 Min Read

RADARKALTIM.CO – Anak-anak sebaiknya tidak terlalu cepat diarahkan untuk menekuni satu cabang olahraga secara khusus sejak usia dini. Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Raspati, Sp.KO, menyarankan anak diberikan kesempatan untuk mencoba berbagai jenis olahraga sesuai dengan tahap perkembangannya.

Menurut Andhika, anak di bawah usia sekitar 12 tahun belum perlu menjalani latihan yang terlalu terspesialisasi. Untuk anak usia 1 hingga 6 tahun, aktivitas fisik bahkan tidak harus berupa latihan formal. Bermain kejar-kejaran, permainan tradisional, hingga aktivitas fisik sederhana sudah dapat membantu anak tetap aktif.

Memasuki usia di atas 6 tahun, anak memang dapat mulai mengikuti olahraga yang lebih terarah jika memiliki minat. Namun, latihan tetap tidak boleh berlebihan hanya untuk mengejar prestasi.

Konsep multilateral development dinilai penting dalam perkembangan olahraga anak. Anak perlu diberi kesempatan mencoba berbagai gerakan dan cabang olahraga agar kemampuan fisiknya berkembang secara menyeluruh.

Orangtua juga diminta tidak terlalu ambisius menjadikan anak sebagai juara sejak usia dini. Latihan yang terlalu berat dan tekanan untuk terus berprestasi justru dapat meningkatkan risiko cedera hingga burnout pada anak.

Baca Juga:  Orangtua Diminta Tak Diagnosis Anak Berdasarkan Media Sosial dan AI

Karena itu, olahraga pada masa kanak-kanak sebaiknya menjadi aktivitas yang menyenangkan. Orangtua juga memiliki peran penting dengan memberikan contoh gaya hidup aktif dalam kehidupan sehari-hari.

Bukan soal berapa banyak medali yang diraih, tetapi bagaimana olahraga dapat membentuk kemampuan gerak dan kebiasaan hidup aktif yang bermanfaat bagi anak hingga dewasa.

Share This Article