350 Prajurit Yon Arhanud 7 Agni Bala Cakti Bontang Berangkat Jaga Perbatasan RI-Malaysia Selama Satu Tahun

Redaksi Wy
3 Min Read

BONTANG – Sebanyak 350 prajurit Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yon Arhanud) 7 Agni Bala Cakti (ABC) Bontang resmi diberangkatkan untuk melaksanakan tugas pengamanan di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Malaysia, Selasa (30/6/2026).

Keberangkatan ratusan prajurit tersebut menjadi bagian dari penugasan operasi pengamanan perbatasan yang akan berlangsung selama satu tahun. Selama menjalankan tugas, para prajurit harus meninggalkan keluarga demi mengemban amanah menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Komandan Yon Arhanud 7 Agni Bala Cakti, Letkol Arh Bayu Adiwisuda, mengatakan seluruh personel telah melalui berbagai tahapan persiapan sebelum diberangkatkan ke daerah operasi.

Menurutnya, kesiapan fisik, mental, hingga kemampuan tempur para prajurit telah dipastikan agar mampu menjalankan tugas secara optimal.

“Seluruh prajurit sudah siap. Kami akan berjuang sepenuh tenaga untuk melaksanakan tugas pengamanan di wilayah perbatasan,” ujar Bayu.

Penugasan kali ini memiliki makna tersendiri bagi Yon Arhanud 7 Agni Bala Cakti.

Pasalnya, operasi pengamanan perbatasan tersebut merupakan penugasan perdana setelah satuan itu resmi mengalami peningkatan status dari Detasemen Arhanud menjadi Batalyon Arhanud.

Baca Juga:  Lowongan Kerja Bontang Hari Ini: PT Titis Sampurna Inspection Buka Banyak Posisi, Total 30 Lowongan!

Momentum tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan satuan, sekaligus menjadi bentuk kepercayaan TNI Angkatan Darat terhadap kemampuan personel Yon Arhanud 7 ABC dalam mengemban tugas strategis menjaga wilayah perbatasan negara.

Prosesi pelepasan prajurit dipimpin langsung oleh Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono.

Dalam arahannya, Pangdam menekankan pentingnya menjaga disiplin, profesionalisme, serta nama baik TNI selama menjalankan penugasan di wilayah perbatasan.

Ia mengingatkan bahwa setiap prajurit merupakan representasi institusi TNI di tengah masyarakat, sehingga harus mampu menunjukkan sikap yang humanis sekaligus tegas dalam menjaga keamanan wilayah.

“Para prajurit harus melaksanakan tugas dengan maksimal. Ini adalah tugas mulia untuk menjaga kedaulatan negara dan harus dijalankan sebaik-baiknya,” tegas Mayjen TNI Krido Pramono.

Selain menjaga wilayah perbatasan, para prajurit juga diharapkan mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di daerah penugasan serta mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Prosesi keberangkatan diwarnai suasana haru. Ratusan anggota keluarga tampak memadati lokasi pelepasan untuk memberikan doa dan dukungan kepada para prajurit yang akan bertugas jauh dari kampung halaman.

Baca Juga:  DPM-PTSP Bontang Siapkan Surat Penawaran Pemanfaatan Videotron ke Perusahaan Besar hingga Kecil

Istri, anak, orang tua, hingga kerabat terlihat memeluk para prajurit sebelum keberangkatan. Momen perpisahan berlangsung emosional mengingat para personel akan menjalankan tugas selama satu tahun penuh di kawasan perbatasan RI-Malaysia.

Meski harus berpisah dalam waktu yang cukup lama, para keluarga tetap memberikan semangat agar seluruh prajurit dapat menjalankan amanah negara dengan baik serta kembali ke Bontang dalam keadaan sehat dan selamat.

Penugasan ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan sekaligus memperkuat kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Share This Article