BONTANG – Pemerintah Kota Bontang tengah menyiapkan pengembangan program Tengok Tetangga berbasis digital untuk memperkuat pemantauan kondisi sosial masyarakat secara lebih cepat dan terintegrasi.
Lewat sistem tersebut, aktivitas aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan program akan tercatat secara otomatis. Pemerintah juga dapat memantau laporan warga secara langsung sebagai bahan penanganan berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan program Tengok Tetangga selama ini terbukti efektif membangun kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
Menurutnya, program itu juga menjadi sarana pemerintah memperoleh informasi aktual terkait persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari masalah sampah, kemiskinan, stunting, hingga kondisi ketahanan keluarga.
“Program ini cukup efektif mengetahui persoalan warga di lapangan. ASN, termasuk pejabat, harus lebih responsif. Karena itu nanti akan kami dukung dengan sistem digital,” kata Neni.
Ia menjelaskan, seluruh laporan yang masuk nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan sesuai kebutuhan masyarakat di tiap wilayah.
Selain mempercepat penanganan persoalan sosial, digitalisasi program Tengok Tetangga juga diharapkan membantu pemerintah menekan potensi kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui deteksi dini di lingkungan masyarakat.
Tak hanya itu, program tersebut dinilai dapat memperkuat pengawasan keamanan dan ketertiban lingkungan karena pelaporan dilakukan secara berjenjang mulai tingkat RT, kelurahan, kecamatan hingga OPD terkait.
Pemkot Bontang menargetkan sistem digitalisasi program tersebut segera diluncurkan setelah seluruh persiapan rampung.
“Kalau persiapannya sudah selesai, secepatnya kami launching,” pungkasnya.
