BONTANG – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang mengalami gangguan. Sejumlah Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilaporkan menghentikan sementara operasionalnya akibat belum menerima dana operasional dari pemerintah pusat.
Akibat kondisi tersebut, ribuan penerima manfaat yang terdiri dari siswa sekolah dan balita di posyandu untuk sementara tidak lagi mendapatkan distribusi makanan bergizi gratis.
Informasi penghentian layanan ini beredar melalui pesan berantai di media sosial. Pesan tersebut diduga berasal dari pihak pengelola dapur yang disampaikan kepada sekolah-sekolah penerima manfaat hingga kader posyandu.
Salah satu dapur yang dipastikan menghentikan aktivitasnya adalah SPPG Bontang Utara 2. Dapur ini melayani sebanyak 2.528 penerima manfaat, yang terdiri dari enam sekolah dan lima posyandu di wilayah Bontang Utara.
Kepala SPPG Regional Bontang, Surya Dwi Saputra, membenarkan adanya penghentian operasional pada sejumlah dapur MBG di Kota Bontang.
“Benar, beberapa dapur berhenti beroperasi. Karena persoalan teknis pembayaran dari pusat,” kata Surya, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, dana operasional dari pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) seharusnya mulai disalurkan pada Senin (8/6/2026). Namun hingga kini belum ada kepastian terkait pencairan anggaran tersebut.
Kondisi itu membuat sejumlah pengelola dapur memilih menghentikan sementara aktivitas pelayanan sambil menunggu kepastian pembayaran.
Pihak pengelola mengaku tidak ingin mengambil risiko dengan tetap beroperasi tanpa dukungan dana operasional yang memadai.
“Waktunya kami belum tahu sampai kapan. Tapi semoga saja bisa secepatnya,” ujarnya.
Selain persoalan anggaran, Surya juga mengungkapkan terdapat dua dapur MBG di wilayah Bontang Selatan yang saat ini tidak beroperasi. Namun penghentian tersebut bukan disebabkan keterlambatan dana operasional.
Menurutnya, kedua dapur tersebut masih dalam proses pemenuhan persyaratan dan standar yang ditetapkan dalam pelaksanaan program MBG.
“Dua dapur di Bontang Selatan juga berhenti,” katanya.
Program Makanan Bergizi Gratis merupakan salah satu program nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dan kelompok rentan melalui penyediaan makanan sehat setiap hari.
Dengan berhentinya sejumlah dapur SPPG, ribuan penerima manfaat di Kota Bontang untuk sementara belum dapat menikmati layanan MBG hingga persoalan pendanaan dan kesiapan operasional kembali terselesaikan.
Pihak pengelola berharap proses pencairan dana dari Badan Gizi Nasional dapat segera dilakukan sehingga distribusi makanan bergizi gratis bagi siswa dan balita dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat.
