BONTANG – Distribusi air bersih di wilayah Bontang Barat kembali mengalami pembatasan. Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Taman menghentikan sementara operasional Water Treatment Plant (WTP) Advent di Kelurahan Kanaan sejak Agustus 2026.
Penghentian operasional tersebut dilakukan karena pasokan air bawah tanah yang selama ini menjadi sumber pengolahan sudah tidak mencukupi.
Kondisi itu berdampak pada sekitar 4 ribu pelanggan di Kecamatan Bontang Barat. Perumdam Tirta Taman terpaksa menerapkan sistem distribusi air secara bergiliran untuk menjaga pelayanan tetap berjalan.
Manager Pemasaran Perumdam Tirta Taman, Agus Nursaid, mengatakan saat ini pasokan air untuk wilayah tersebut hanya mengandalkan WTP yang berada di depan Puskesmas.
“Sudah berhenti sejak Agustus kemarin. Jadi pasokan air hanya dari WTP depan Puskesmas saja. Itu juga kami jadwal per hari menyala hanya 6 jam,” ujar Agus.
Pembatasan distribusi diterapkan berdasarkan zona dan jadwal operasional. Untuk zona pertama, sejumlah wilayah seperti Jalan Damai, Potingku, Kampung Timur, dan Kampung Rama mendapatkan aliran air mulai pukul 15.00 WITA hingga 21.00 WITA.
Sementara itu, pada zona kedua, wilayah yang terdampak meliputi Jalan Tarakan, Palembang, Asmawarman, Balikpapan, Pontianak, Jalan Bandung, Soekarno-Hatta/Flores, hingga Jalan S. Parman.
Untuk wilayah zona kedua, distribusi air hanya berlangsung sekitar pukul 07.00 WITA hingga 12.00 WITA.
Perumdam Tirta Taman memastikan pola distribusi tersebut akan diberlakukan selama pasokan air belum kembali mencukupi.
“Distribusi nanti akan kembali normal setelah pasokan air telah kembali pulih. Kami meminta maaf atas ketidaknyamanannya,” tuturnya.
Pembatasan distribusi air bersih di Bontang kini semakin meluas, total pelanggan yang terdampak sistem distribusi bergilir telah mencapai sekitar 29 ribu sambungan.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari menurunnya ketersediaan sumber air di tengah musim kemarau. Perumdam Tirta Taman pun harus menyesuaikan pola distribusi agar pelayanan kepada pelanggan tetap dapat berjalan.
“Kami akan mengupayakan agar distribusi tetap sesuai jam operasional,” pungkas Agus.
Perumdam Tirta Taman berharap pemulihan pasokan air dapat segera terjadi sehingga sistem distribusi bergilir bisa dihentikan dan pelayanan air bersih kepada pelanggan kembali normal.
